Isnin, 16 November 2009

..:: Muhasabah Diri ::..

Assalamualaikum Warahmatullah.

Alhamdulillah. Syukur saya panjatkan ke hadrat Allah Taala kerana artikel saya ini telah disiarkan oleh akhbar Berita Harian pada 07 Mei 2009 (Khamis). Artikel bertajuk Ikhlas Muhasabah Diri Cara Berkesan Baiki Kelemahan Ummah telah dikeluarkan di bahagian Agama akhbar Berita Harian. Di sini saya letakkan artikel asalnya bertajuk Muhasabah Diri untuk paparan sahabat-sahabat semua. Semoga mendapat manfaat darinya. InsyaAllah.

MUHASABAH DIRI

Muhasabah adalah perilaku bagi mengitung dan memperelokkan diri yang terbentuk di dalam jiwa seseorang manusia itu menurut kaca mata agama. Ia juga boleh dimaksudkan sebagai mendidik diri agar sentiasa mencela segala kejahatan yang pernah dilakukan yang boleh menjadi pengalang untuk mandapat keredhaan dari Allah Taala.

Sabda Rasulullah S.A.W. bermaksud:

Orang yang pintar ialah orang yang menghitung dirinya serta beramal untuk hari selepas kematian sementara orang yang lemah ialah orang yang menikut hawa nafsunya serta beragan-angan terhadap Allah dengan angan-angan (yang banyak). (Riwayat al-Tarmizi).

Sesiapa yang bermuhasabah dirinya maka dia tidak akan meninggalkan ruang dan masa untuk dirinya melakukan perkara-perkara yang batil. Menyibukkan diri dengan ketaatan akan menghapuskan masa untuk membuat kejahatan. Dia akan mencela jiwanya di atas setiap kesalahan dan kekurangan yang yang dia lakukannya terhadap Allah Taala kerana takutnya diri ini kepada kekuasaanNya. Jika inilah keadaannya maka mana mungkin boleh didapati jalan dan ruang untuk membuat kesalahan dan kebatilan?

Berkata as-Sayyid Ahmad ar-Rifaie:

Daripada takut akan timbulnya muhasabah. Daripada muhasabah timbulnya muraqabah. Daripada muraqabah hati akan sentiasa sibuk bersama Allah Taala. (Kitab: al-Burhan al-Muayyad).

Secara tegasnya muhasabah pasti akan menghasilkan perasaan bertanggungjawab terhadap Allah Taala dan rasulNya serta makhluk-makhlukNya. Melalui muhasabah juga manusia merasa diri mereka tidak diciptakan oleh Allah Taala dengan sia-sia. Setiap manusia pasti akan kembali semula kepada Allah Taala apabila telah sampai waktunya.

Firman Allah Taala bermaksud:

Setiap yang berjiwa (yang bernyawa) akan merasai mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sahajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga ia telah beruntung. Kehidupan dunai itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. (Surah ali-Imran: Ayat 185).

Di dalam kesibukkan kita mengejar kekayaan dunia ini maka janganlah lupa juga untuk kita menyibukkan diri dengan mengingati Allah Taala. Perkara seperti inilah yang selalu dituntut oleh agama Islam.

Firman Allah Taala bermaksud:

Maka segeralah kembali kepada Allah maka sesungguhnya aku seorang pemberi peringatan yang nyata daripada Allah untukmu. (Surah adz-Dzaariyaat: Ayat 50).

Firman Allah Taala bermaksud:

Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan hendaklah kamu bersama orang yang benar. (Surah at-Taubah: Ayat 119).

Adapun golongan sufi sentiasa menyibukkan diri dengan penghambaan dan pengabdian diri kepada Allah Taala. Mereka beriman di dalam perjalanan musafir ini menuju Allah Taala dengan bersungguh-sungguh dan ikhlas. Hati mereka sentiasa mengingati bahawa mereka akan kembali kepada Allah Taala pada setiap masa.

Firman Allah Taala bermaksud:

Di tempat yang disenangi (penuh kebahagiaan) di sisi tuhan (Allah Taala) Maha Kuasa. (surah al-Qamar: Ayat 55).

Berkata Syeikh Ahmad Zarruq:

Lalai dari bermuhasabah diri menyebabkan apa yang dilakukan menjadi silap. Kurang berbincang dengannya boleh membawa kepada adanya sifat redha nafsu atau rasa berpuas hati terhadapnya. Memerangi nafsu boleh menjauhkan daripada melekat pada diri dan tidak bersikap tegas terhadapnya menyebabkan dia menjadi pahlawan. Oleh itu lazimilah diri dengan sentiasa bermuhasabah dan berbincang serta beramallah dengan apa yang sahih tanpa bertolak-ansur terhadap perkara yang telah nyata salah. Ketika beramal jangan mencari sesuatu yang tidak jelas. (Kitab: Qawaid al-Tasawuf).

Demikianlah pentingnya muhasabah di dalam diri setiap individu. Tanpa muhasabah yang ikhlas maka seseorang itu akan sentiasa berasa diri tidak pernah melakukan kesalahan. Bermuhasabahlah diri dengan hati yang terbuka agar kita boleh memperbaiki kebatilan dan kelamahan diri sebelum diri kita menemui ajal.

Berkata Saidina Umar al-Khattab:

Hisablah diri kamu sebelum kamu dihisab. Timbanglah amalan kamu sebelum kamu ditimbang. (Kitab: Tahzib Madarij al-Salikin).


Manusia adalah makhluk yang paling sempurna dan paling mulia dibanding dengan makhluk-makhluk Allah lainnya. Allah SWT berfirman,

“Dan sesungguhnya telah kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah kami ciptakan.” (QS. Al Isra: 70)

Urgensi Kepribadian Islami

Menjadi pribadi yang Islami merupakan suatu hal yang sangat diperhatikan dalam agama Islam. Hal ini karena Islam itu tidak hanya ajaran normatif yang hanya diyakini dan dipahami tanpa diwujudkan dalam kehidupan nyata, tapi Islam memadukan dua hal antara keyakinan dan aplikasi, antara norma dan perbuatan , antara keimanan dan amal saleh. Oleh sebab itulah ajaran yang diyakini dalam Islam harus tercermin dalam setiap tingkah laku, perbuatan dan sikap pribadi-pribadi muslim.

Memang, setiap jiwa yang dilahirkan dalam keadaan fitrah. Tapi bukan berarti kesucian dari lahir itu meniadakan upaya untuk membangun dan menjaganya, justru karena telah diawali dengan fitrah itulah, jiwa tersebut harus dijaga dan dirawat kesuciannya dan selanjutnya dibangun agar menjadi pribadi yang islami.

Ruang Lingkung Kepribadian Islami

Sisi yang harus dibangun pada pribadi muslim adalah sebagai berikut:

A. Ruhiyah (Ma’nawiyah)

Aspek ruhiyah adalah aspek yang harus mendapatkan perhatian khusus oleh setiap muslim. Sebab ruhiyah menjadi motor utama sisi lainnya, hal ini bisa kita simak dalam firman Allah SWT di Surat Asy-Syams : 7-10

“Dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya), Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketaqwaannya. Sungguh sangat merugi orang yang mensucikannya dan sungguh merugilah orang yang mengotorinya,” (QS. Asy Syams: 7-10).

Dan dalam surat Al Hadid ayat 16:

“Belumkah datang waktunya untuk orang-orang yang beriman untuk tunduk hati mereka berdzikir kepada Allah dan kepada kebenaran yang telah turun kepada mereka dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Alkitab di dalamnya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras, dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik ” QS. Al-Hadid:16).

Ayat-ayat di atas memberikan pelajaran kepada kita akan pentingnya untuk senantiasa menjaga ruhiyah, kerugian yang besar bagi orang yang mengotorinya dan peringatan keras agar kita meninggalkan amalan yang bisa mengeraskan hati. Bahkan tarbiyah ruhiyah adalah dasar dari seluruh bentuk tarbiyah, menjadi pendorong untuk beramal saleh dan dia juga memperkokoh jiwa manusia dalam menyikapi berbagai problematika kehidupan.

Aspek-aspek yang sangat terkait dengan ma’nawiyah seseorang adalah:

a. Aspek Aqidah. Ruhiyah yang baik akan melahirkan aqidah yang lurus dan kokoh, dan sebaliknya ruhiyah yang lemah bisa menyebabkan lemahnya aqidah. Padahal aqidah adalah suatu keyakinan yang akan mewarnai sikap dan tingkah laku seseorang. Oleh sebab itu kalau ingin aqidahnya terbangun dengan baik maka ruhiyahnya harus dikokohkan. Jadi ruhiyah menempati posisi yang sangat penting dalam kehidupan seorang muslim karena dia akan mempengaruhi bangunan aqidahnya.

b. Aspek akhlaq. Akhlaq adalah bukti tingkah laku dari nilai yang diyakini seseorang. Akhlaq merupakan bagian penting dari keimanan. Akhlaq juga salah satu tolok ukur kesempurnaan iman seseorang. Terawatnya ruhiyah akan membuahkan bagusnya akhlaq seseorang. Allah swt dalam beberapa ayat senantiasa menggandengkan antara iman dengan berbuat baik. Rasulullah saw pun ketika ditanya tentang siapakah yang paling baik imannya ternyata jawab Rasulullah saw adalah yang baik akhlaqnya (”ahsanuhum khuluqan”)

أي المؤمنين افضل إيمانا ؟ قال احسنهم خلقا. رواه ابو داود والترمذى والنسائ والحاكم.

“Mukmin mana yang paling baik imannya? Jawab Rasulullah ” yang paling baik akhlaqnya” (HR. Abu Daud, Tirmidzi dan Nasa’i)

Bahkan diutusnya Rasulullah –shallallâhu `alaihi wa sallam- pun untuk menyempurnakan akhlaq manusia sehingga menjadi akhlaq yang islami

َ إًَِنما بعثت لأتمم مكا رم الأخلاق

Tolok ukur dan patokan baik dan tidaknya akhlaq adalah al-Qur’an. Itulah sebabnya akhlaq keseharian Rasulullah –shallallâhu `alaihi wa sallam- merupakan cerminan dari Al-Qur’an yang beliau yakini. Hal ini terbukti dari jawaban Aisyah ra ketika ditanya tentang bagaimana akhlaq Rasulullah –shallallâhu `alaihi wa sallam- , jawab beliau “Akhlaq Rasulullah –shallallâhu `alaihi wa sallam- adalah al-Qur’an.

كان خلقه القرآن

c. Aspek tingkah laku. Tingkah laku adalah cerminan dari akhlaq yang melekat pada diri seseorang….

B. Fikriyah (’Aqliyah)

Kepribadian Islami juga ditentukan oleh sejauh mana kokoh dan tidaknya aspek fikriyah. Kejernihan fikrah, kekuatan akal seseorang akan memunculkan amalan, kreativitas dan akan lebih dirasa daya manfaat seseorang untuk orang lain. Fikrah yang dimaksud meliputi:

a. Wawasan keislaman. Sebagai seorang muslim menjadi keniscayaan bagi dia untuk memperluas wawasan keislaman. Sebab dengan wawasan keislaman akan memperkokoh keyakinan keimanan dan daya manfaat diri untuk orang lain.

b. Pola pikir islami. Pola pikir islami juga harus dibangun dalam diri seorang muslim. Semua alur berpikir seorang muslim harus mengarah dan bersumber pada satu sumber yaitu kebenaran dari Allah swt. Islam sangat menghargai kerja pikir ummatnya. Di dalam al-Qur’an pun sering kita jumpai ayat ayat yang menganjurkan untuk berpikir: “afala ta’qiluun, afala tatafakkaruun, la’allakum ta’qiluun, la’allakum tadzakkaruun,”

افلا تعقلون ,أفلا تذكرون, افلا تتفكرون, لعلكم تعقلون,لعلكم تذكرون

Seorang muslim harus senantiasa menggunakan daya pikirnya. Allah mewujudkan fenomena alam untuk dipikirkan, beraneka macamnya tingkah laku manusia sampai adanya aneka pemikiran dan pemahaman manusia hendaknya menjadi pemikiran seorang muslim. Tetapi satu hal yang tidak boleh dilupakan adalah bahwa tujuan berpikir tidak lain adalah untuk meningkatkan keimanan kita kepada Allah –subhânahu wa ta`âlâ- bukan sebaliknya.

c. Disiplin (tepat) dan tetap (tsabat) dalam berislam. Sungguh kehidupan ini tidak terlepas dari ujian, rintangan dan tantangan serta hambatan. Ujian tersebut tidak akan berakhir sebelum nafasnya berakhir. Oleh sebab itulah untuk menghadapinya perlu tsabat dalam berpegang pada syariat Allah swt.

“dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal).” (QS. Al-Hijr: 99)

Di surat Ali Imran: 102 Allah SWT menjelaskan,

“Wahai orang-orang yang beriman bertaqwalah kamu sebenar-benar taqwa. Dan jangan sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” (QS. Ali Imran: 102)

Begitu pentingnya tsabat dijalan Allah, sampai Rasulullah –shallallâhu `alaihi wa sallam- mengajarkan do’a kepada ummatnya, sebagai berikut:

اللهم يا مقلب القلوب ثبت قلوبنا على دينك (رواه الترمذى)

“Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, kokohkanlah hati-hati kami untuk tetap berada pada agamaMu “

C. Amaliyah (Harokiyah)

Di antara sisi yang harus dibangun pada pribadi muslim adalah sisi amaliyahnya. Amaliyah harakiah yang merubah kehidupan seorang mukmin menjadi lebih baik. Hal ini penting sebab amaliyah adalah satu di antara tiga tuntutan iman dan Islam seseorang. Tiga tuntutan tersebut adalah: al-iqror bil- lisan (ikrar dengan lisan), at-tashdiq bil-qalb ( meyakini dengan hati), dan al-amal bil jawarih (beramal dengan seluruh anggota badan). Jadi tidak cukup seseorang menyatakan beriman tanpa mewujudkan apa yang diyakininya dalam bentuk amal yang nyata.

“Maka katakanlah “beramallah kamu niscaya Allah dan RasulNya serta orang-orang beriman akan melihat amalanmu itu. Dan kamu akan dikembalikan kepada Allah yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakanNya kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. at-Taubah: 105)

Umat Islam dituntut oleh Allah –subhânahu wa ta`âlâ- untuk menunaikan sejumlah amal, baik yang bersifat individual maupun yang kolektif bahkan kewajiban yang sistemik. Kewajiban individual akan lebih khusyu’ dan lebih baik pelaksanaannya jika ditunjang dengan sistem yang kondusif. Shalat, puasa , zakat dan haji misalnya akan lebih baik dan lebih khusyu’ kalau dilaksanakan di tengah suasana yang aman tenteram dan kondusif. Apalagi kewajiban yang bersifat sistemik seperti dakwah, amar ma’ruf nahi mungkar, jihad dsb, mutlak memerlukan ketersediaan perangkat sistem yang memungkinkan terlaksananya amal tersebut.

Pentingnya amaliyah harakiah dalam kehidupan seorang mukmin laksana air. Semakin banyak air bergerak dan mengalir semakin jernih dan semakin sehat air tersebut. Demikian juga seorang muslim semakin banyak amal baiknya, akan semakin banyak daya untuk membersihkan dirinya, sebab amalan yang baik bisa menjadi penghapus dosa. Simaklah QS. Huud: 114

“Dan dirikanlah shalat pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bagian permulaan malam, sesungguhnya perbuatan yang baik itu menghapuskan perbuatan yang buruk (dosa), itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat”. (QS. Huud: 114)

Ada sedikitnya tiga alasan kenapa seorang harus beramal:

1. Kewajiban diri pribadi.

Sebagai hamba Allah tentunya harus menyadari bahwa dirinya diciptakan bukan untuk hal yang sia-sia. Baik jin dan manusia Allah ciptakan untuk tujuan yang amat mulia yaitu untuk beribadah, menghamba kepada Allah –subhânahu wa ta`âlâ-. Amalan adalah bentuk refleksi dari rasa penghambaan diri kepada Dzat yang mencipta.

“Dan tidak Aku ciptakan jin dan manusia kecuali agar mereka beribadah” (QS. Adz Dzaariyaat: 56)

Di samping itu pertanggungjawaban di depan mahkamah Allah nanti bersifat individu. Setiap individu akan merasakan balasan amalan diri pribadinya.

“Dan bahwasanya manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya.Dan bahwasanya usahanya itu kelak akan diperlihatkan kepadanya. Kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna” (QS. an-Najm: 39-41).

2. Kewajiban terhadap keluarga.

Keluarga adalah lapisan kedua dalam pembentukan ummat. Lapisan ini akan memiliki pengaruh yang kuat baik dan rusaknya sebuah ummat. Oleh sebab itulah seseorang dituntut untuk beramal karena terkait dengan kewajiban dia membentuk keluarga yang Islami, sebab tidak akan terbentuk masyarakat yang baik tanpa melalui pembentukan keluarga yang baik dan islami.

“Hai orang-orang yang beriman peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu” (QS. At-Tahrim :6)

Setiap muslim seharusnya mampu membentuk keluarga yang berkhidmat untuk Islam, seluruh anggota keluarga terlibat dalam amal islami di seluruh bidang kehidupan.

3. Kewajiban terhadap dakwah.

Beramal haraki bagi seorang muslim bukan hanya atas tuntutan kewajiban diri dan keluarganya saja, akan tetapi juga karena tuntutan dakwah. Islam tidak hanya menuntut seseorang saleh secara individu tapi juga saleh secara sosial.

“dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. At-Taubah:71)

“dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar merekalah orang-orang yang beruntung.” (QS. Ali Imran: 104)

Ma’ruf adalah segala perbuatan yang mendekatkan kita kepada Allah; sedangkan Munkar ialah segala perbuatan yang menjauhkan kita dari pada-Nya.

Juga di dalam surat Fushshilat ayat 33:

“siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku Termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (QS. Fushshilat: 33)

Allahu a’lam.

Telah berkata sebahagian dari ulama’ salaf ;

“Takut kepada Allah SWT dapat menutup mata hati orang yang punya rasa takut tersebut dari terpaut dengan kecintaan terhadap dunia yang penuh dengan tipu daya”

Allah SWT juga telah berjanji untuk mengurniakan syurga kepada hambaNya yang mempunyai rasa gerun dan takut kepadaNya. Allahu Jalla Jalaaluh berfirman;

“Dan bagi orang yang takut akan saat menghadap Tuhannya itu dua syurga” - surah Ar Rahman : 46

Berkata al Imam Mujahid ‘alaihi rahmatulLah ;

“Di dalam ayat ini, dijelaskan bahawa Allah SWT akan mengadili setiap jiwa (makhluk). Sesiapa yang melakukan sesuatu, lantas dia takut untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan Allah SWT di akhirat kelak, maka dia berhak mendapat syurga Allah SWT”

Imam Mujahid menyambung lagi ;

“Dia (orang yang dimaksudkan di dalam ayat di atas) adalah seorang yang melakukan dosa, lalu teringat bahawa perbuatannya kelak dipertanggungjawabkan ketika mengadap Allah SWT, lantas dia meninggalkan perbuatan tersebut”

Imam Mujahid juga menyebut ;

“Dia (orang yang dimaksudkan di dalam ayat di atas) juga adalah seorang hamba yang merasa bingung dan resah dengan maksiat yang dilakukannya, lantas segera ia teringat kepada Allah SWT dan meninggalkan perbuatan keji tersebut kerana Allah”

Diriwayatkan daripada al Hasan bahawa ia berkata ;

“Syurga berkata : “wahai Tuhanku, aku ini sebenarnya diciptakan untuk apa?”, Allah lalu berfirman: “Untuk orang-orang yang menyembahku dan takut kepadaKu”.

Wahab ibn Munabbih berkata ;

“Tidak ada yang membuat Allah SWT lebih senang daripada disembah dengan disertai rasa takut kepadaNya”

Pengenalan

الأضحية ialah binatang ternakan yang disembelih kerana menghampiri diri kepada Allah تعالى, dikerjakanya pada hari raya adha dan tiga hari tasrik iaitu pada sebelas, dua belas, dan tiga belas bulan zulhijah.

Diberi nama dengan udhiyah kerana mengikut waktu awal ia dikerjakan iaitu waktu duhah.

Dalil

Dalil (nas) qurban sebelum datang ijmak ialah:

(فصل لربك وانحر) أى صل صلاة العيد وانحر النسك

Maka hendaklah sembahyang kamu dan menyembelih ertinya hendaklah kamu sembahyang hari raya adhah dan sembelih qurban.

Hukum

*Quban adalah sunat muakad pada orang yang merdeka dan hamba separuh dan keduanya itu mukalaf lagi cerdik (yang boleh memerentah hartanya dengan sendiri) dan dia kuasa mengerjakannya.

*Qurban sunat kifayah di atas seorang jika berbilang didalam satu rumah, dan sunat itu tertentu baginya jaka dia seorang sahaja didalam satu rumah.

*Makruh meningalkan qurban kerana ada ulama yang mewajibkannya iaitu Mazhab Hanafi mewajibkan qurban di atas mereka yang wajib zakat.

*Maksud sunat kifaya ialah apabila dikerjakan oleh seorang dalam satu rumah maka terlepas sekelian isi rumah daripada makruh.

*Qurban jadi wajib dengan sebab bernazar seperti kata seorang kerana Allah wajib atas ku qurban, atau dengan menentukan binatang dijadi qurban seperti kata seorang ini binatang quban maka jadi wajib menyembelihnya pada waktu yang dikira quban.

Binatang yang boleh dibuat qurban:

1. Unta, umurnya genap lima tahun.

2. Lembu atau kerbau, umurnya genap dua tahun.

3. Kambing, umurnya genap dua tahun.

4. Biri-biri umurnya genap setahun, tetapi jika telah gugur giginya sebelum cukup umurnya setahun, memada dibuat qurban.

*Menurut pendapat Ibnu Abbas رضي الله عنهما memada pada qurban itu dengan menumpahkan darah, sekalipun dengan menyembelih seekor ayam atau itik dan begitu juga aqiqah atas jalan qias pada qurban. Para ulama Syafieyah mengharuskan bertaklid (mengikut) dengan pendapat ini bagi mereka yang tidak mampu.

Afdal binatang yang diqurbankan itu:

1. Saekor unta bagi seorang.

2. Saekor lembu atau kerbau bagi seorang.

3. Saekor kibas atau kambing.

*Tujuh kibas atau kambing bagi seorang terlebih afdal dari seekor unta.

*Memada seekor lembu atau unta untuk tujuh orang.

*Sekiranya berlainan niat orang yang berkongsi pada seekor unta atau lembu yang disembelih, seperti seorang berniat qurban, seorang yang lain niat aqeqah dan ada yang berniat hendak jual maka mamada.

Syarat binatang qurban:

Binatang yang dibuat qurban hendaklah jangan ada aib (cedera) yang mengurangkan dagingnya.

Aib (cedera/cacat) yang mengurangkan daging:

1. Binatang yang terpotong telinga walaupun sedikit.

2. Binatang yang tiada telinga.

3. Binatang yang terpotong ekor.

4. Binatang yang terpotong lidah.

5. Binatang yang gila yang tidak makan rumput dan jadi kurus.

6. Binatang yang berkudis jika sedikit sekalipun, kerana binasa dagingnya.

7. Binatang yang baru beranak, kerana tidak elok dagingnya.

8. Binatang yang sangat kurus.

9. Binatang yang buta sebelah.

10. Binatang yang buta dua mata.

11. Binatang yang nyata sakitnya.

12. Binatang yang sangat tempang, sekalipun jadi tempang dengan sebab hendak dibaringkannya kerana hendak sembelih.

13. Binatang yang bunting kerana kurang dagingnya, ini yang muktamad yang diambil pada Majmuk. Menurut Ibnu Rifa’h “memada buat qurban dengan binatang yang bunting krana kurang dagingnya diganti oleh anak yang di dalam perut” pandapat ini ditolak oleh mereka yang berpendapat tidak memadai berqurban dengan binatang yang bunting kerana terkadang yang dikandung itu darah bukan daging dan lagi bertambah daging tidak boleh menganti akan cacat kerana tidak memadai berqurban binatang yang tempang lagi gemuk.

Aib/cedera /cacat yang tersebut tidak memada buat qurban tetapi wajib menyembelih pada watu qurban akan binatang yang dinazarkan yang ada aib tersebut atau yang tidak cukup umur sepertti berkata seorang “wajib atas ku qubankan kambing ini” sedankan ianya ada aib yang tersebut.

Niat Qurban

*Disyaratkan berniat pada ketika sembelih.

*Sekiranya orang yang hendak melakukan qurban mewakilkan sembelih kepada orang lain maka hendaklah dia berniat pada ketika menyerahkan binatang qurban kepada wakilnya dan memada niatnya itu sekalipun wakilnya tidak tahu bahawa binatang yang disembelih itu binatang qurban. Boleh juga orang yang berqurban berniat pada ketika wakil menyembelih.

*Harus serahkan niat qurban kepada orang islam yang mumayiz sama ada dia orang yang menyembelih atau tidak.

*Tidak disyaratkan niat qurban pada binatang qurban yang dinazarkan tetapi sunat niat.

Membahagi daging qurban

*Wajib bersedekah daging qurban yang mentah kadar yang dinamakan sedekah kepada fakir miskin dan harus diambil yang lebihnya untuk dirinya.

*Wajib bersedekah sekelian daging yang mentah, kulit dan tanduk binatag qurban yang dinazarkan.

*Orang yang berquba nazar haram memakan daging qurbannya begitu juga orang yang di bawah tangungannya.

* Sunat orang yang berqurban memakan sedikit daging daripada qurban sunat.

*Orang yang berqurban haram lagi tidak sah menjual suatu dari daging, bulu, tulang dan lainnya.

*Haram dijadikan daging qurban atau juzuk yang lain sebagai pengupah tukang sembelih.

Buat qurban untuk orang lain

*Tidah sah buatkan qurban untuk orang hidup dengan ketiadaan izin dari yang empunya diri.

*Harus wali (bapa atau datuk sebelah ayah) buat qurban untuk maulinya (anak atu cucu) dengan harta wali tidak harus dengan harta kanak-kanak.

*Tidak sah buat qurban bagi orang yang mati yang tida berwasiat supaya dibuat qurba baginya, adapun jika dia berwasiat sah dibuat qurban untuknya.

Sabtu, 22 Ogos 2009

Ramadhan Kareem, Kullu Sanah Wa Entum Tayyibun

"Ramadhan...

Hadir hanya setahun sekali...

...mengamit rindu yang telah lama terpendam

Shaum....shaum...seperti seorang mukmin bukannya seperti seorang muslim

Di siang hari kita menahan diri, mengekang nafsu

Tahanlah mata...telinga...lidah dan perbuatan

Bukan sahaja zahirnya bahkan bathinya jua turut sama.

....jangan biarkan benih-benih mazmumah itu tumbuh subur

yang sudah bersarang hingga hati mati menerima kebenaran

Apatah lagi syirik khofi ul khofi yang tersembunyi lagi halus...


…bakarlah, sesungguhnya ramadhan itu bulan penyucian

Shaum....shaum...seperti seorang mukmin bukannya seperti seorang muslim

Taktala senja berlabuh malam menyusur...

rapatkan saf di surau dan masjid penuhi ruang

... bangkitkan ukhwah, ikatkan ia dengan tarawih

…dan dalam pelukan kedinginan malam

...singkatkan waktu tidur yang menyamankan

Qiam dan sambutlah salam para malaikat yang membawa rahmat-Nya

qiyamur dinihari yang sebelum ini sepi...

lepaskan diri saat hati terikat dengan cabang-cabang dunia

...kosongkan jiwa... rendahkan pandangan hatimu

Munajatlahlah kepada-Nya

kerana hakikatnya malam itu malam yang terang menangkat darjat

malam kebesaran-Nya ...

…nur ilahi berlabuh dalam kamar hati insan yang terpilih

lembutkan lidah hingga hati lembut mengalunkan zikir...

bicaralah seperti bicara kepada kekasih yang terlalu rindu

sehingga gemersik hati berbisik merintih...mengadu..

memohon...keampunan pada-Nya

biar dibawa ke pintu langit...

Bergenang air di kolam mata, manik-manik halus berjurai di wajah...

Menginsafi segala yang terkhilaf zahir dan bathin...muhasabah diri

Shaum....shaum...seperti seorang mukmin bukannya seperti seorang muslim

…benar, ramai muslim tekun dan tawaduk menyembah ramadhan

Namun saat ramadhan berlalu pergi

…pergilah jua amal ibadah selama sebulan

keringnya takwa turunnya iman

Al-quran semakin menyepi...menjenguk masjid dan surau hanya tradisi

Qiamullail diganti dengan enak dibuai mimpi

alunan zikir mula suram di lidah dan hati

apatah lagi iktikaf jauh sekali

air mata taubat, doa, sedekah...turut pergi

Pergi sepertimana ramadhan menghilang

Maka kerana itu laksanalah shaum seperti seorang mukmim

meskipun ramadhan telah berakhir

tetap mujahadah, istiqamah, qana’ah, zuhud, uzlah...

… keluhuran hati yang ikhlas kepada-Nya ditujui

demi mencari keredhan ilahi

...seorang mukmin faham dan mengerti bukan ramadhan yang dicari

tetapi Allah s.w.t, yang tidak pernah mati dan lagi abadi.

Rabu, 12 Ogos 2009

Peringatan Wabak H1NI Dan Doa ...

Mesej yang Telah Aku Terima Dari Sahabat2 tentang H1N1 dan mesejnya seperti berikut:

Kalau hadapi simptom selesema,batuk,demam,sukar bernafas,pening kepala,sakit tekak mgkn anda H1N1.Minum air susu & buah.Mkn makanan yg dbuat drpd buah krn pihak kami telah menjalankn kajian bhw minuman segar mampu membersihkan atom2 H1N1.Tolong forward kpd rakan2 utk kesihatan bersama.

Yang Penting jangan lupa mendapatkan rawatan segera daripada Klinik yang terdekat....

Dan Amalkan Doa ini:

Selasa, 11 Ogos 2009

..::INDAHKAH MALAM PERTAMA KITA::..

Satu hal sebagai bahan renungan Kita...
Tuk merenungkan indahnya malam pertama
Tapi bukan malam penuh kenikmatan duniawi semata
Bukan malam pertama masuk ke peraduan Adam Dan Hawa

Justru malam pertama perkawinan kita dengan Sang Maut
Sebuah malam yang meninggalkan isak tangis sanak saudara
Hari itu...mempelai sangat dimanjakan
Mandipun...harus dimandikan
Seluruh badan Kita terbuka....
Tak ada sehelai benangpun menutupinya. .
Tak ada sedikitpun rasa malu...
Seluruh badan digosok dan dibersihkan
Kotoran dari lubang hidung dan anus dikeluarkan
Bahkan lubang-lubang itupun ditutupi kapas putih...
Itulah sosok Kita....
Itulah jasad Kita waktu itu

Setelah dimandikan.. ,
Kitapun kan dipakaikan gaun cantik berwarna putih
Kain itu ...jarang orang memakainya..
Karena sangat terkenal bernama Kafan
Wewangian ditaburkan kebaju Kita...
Bagian kepala..,badan. .., dan kaki diikatkan
Tataplah.... tataplah. ..itulah wajah Kita
Keranda pelaminan... langsung disiapkan
Pengantin bersanding sendirian...

Mempelai diarak keliling kampung yang dihadiri tetangga
Menuju istana keabadian sebagai simbol asal usul
Kita diiringi langkah gontai seluruh keluarga
Serta rasa haru para handai taulan
Gamelan syahdu bersyairkan adzan dan kalimah Dzikir
Akad nikahnya bacaan talkin....
Berwalikan liang lahat..
Saksi-saksinya nisan-nisan.. . yang tlah tiba duluan
Siraman air mawar.. pengantar akhir kerinduan

Dan akhirnya.... tiba masa pengantin..
Menunggu dan ditinggal sendirian,
Tuk mempertanggungjawab kan seluruh langkah kehidupan
Malam pertama yang indah atau meresahkan..
Ditemani rayap-rayap dan cacing tanah
Di kamar bertilamkan tanah..
Dan ketika 7 langkah tlah pergi....
Sang Malaikat lalu bertanya.
Kita tak tahu apakah akan memperoleh Nikmat Kubur...
Ataukah Kita kan memperoleh Siksa Kubur.....
Kita tak tahu...Dan tak seorangpun yang tahu....Satu hal sebagai bahan renungan Kita...
Tuk merenungkan indahnya malam pertama
Tapi bukan malam penuh kenikmatan duniawi semata
Bukan malam pertama masuk ke peraduan Adam Dan Hawa

Justru malam pertama perkawinan kita dengan Sang Maut
Sebuah malam yang meninggalkan isak tangis sanak saudara
Hari itu...mempelai sangat dimanjakan
Mandipun...harus dimandikan
Seluruh badan Kita terbuka....
Tak ada sehelai benangpun menutupinya. .
Tak ada sedikitpun rasa malu...
Seluruh badan digosok dan dibersihkan
Kotoran dari lubang hidung dan anus dikeluarkan
Bahkan lubang-lubang itupun ditutupi kapas putih...
Itulah sosok Kita....
Itulah jasad Kita waktu itu

Setelah dimandikan.. ,
Kitapun kan dipakaikan gaun cantik berwarna putih
Kain itu ...jarang orang memakainya..
Karena sangat terkenal bernama Kafan
Wewangian ditaburkan kebaju Kita...
Bagian kepala..,badan. .., dan kaki diikatkan
Tataplah.... tataplah. ..itulah wajah Kita
Keranda pelaminan... langsung disiapkan
Pengantin bersanding sendirian...

Mempelai diarak keliling kampung yang dihadiri tetangga
Menuju istana keabadian sebagai simbol asal usul
Kita diiringi langkah gontai seluruh keluarga
Serta rasa haru para handai taulan
Gamelan syahdu bersyairkan adzan dan kalimah Dzikir
Akad nikahnya bacaan talkin....
Berwalikan liang lahat..
Saksi-saksinya nisan-nisan.. . yang tlah tiba duluan
Siraman air mawar.. pengantar akhir kerinduan

Dan akhirnya.... tiba masa pengantin..
Menunggu dan ditinggal sendirian,
Tuk mempertanggungjawab kan seluruh langkah kehidupan
Malam pertama yang indah atau meresahkan..
Ditemani rayap-rayap dan cacing tanah
Di kamar bertilamkan tanah..
Dan ketika 7 langkah tlah pergi....
Sang Malaikat lalu bertanya.
Kita tak tahu apakah akan memperoleh Nikmat Kubur...
Ataukah Kita kan memperoleh Siksa Kubur.....
Kita tak tahu...Dan tak seorangpun yang tahu....


Satu hal sebagai bahan renungan Kita...
Tuk merenungkan indahnya malam pertama
Tapi bukan malam penuh kenikmatan duniawi semata
Bukan malam pertama masuk ke peraduan Adam Dan Hawa

Justru malam pertama perkawinan kita dengan Sang Maut
Sebuah malam yang meninggalkan isak tangis sanak saudara
Hari itu...mempelai sangat dimanjakan
Mandipun...harus dimandikan
Seluruh badan Kita terbuka....
Tak ada sehelai benangpun menutupinya. .
Tak ada sedikitpun rasa malu...
Seluruh badan digosok dan dibersihkan
Kotoran dari lubang hidung dan anus dikeluarkan
Bahkan lubang-lubang itupun ditutupi kapas putih...
Itulah sosok Kita....
Itulah jasad Kita waktu itu

Setelah dimandikan.. ,
Kitapun kan dipakaikan gaun cantik berwarna putih
Kain itu ...jarang orang memakainya..
Karena sangat terkenal bernama Kafan
Wewangian ditaburkan kebaju Kita...
Bagian kepala..,badan. .., dan kaki diikatkan
Tataplah.... tataplah. ..itulah wajah Kita
Keranda pelaminan... langsung disiapkan
Pengantin bersanding sendirian...

Mempelai diarak keliling kampung yang dihadiri tetangga
Menuju istana keabadian sebagai simbol asal usul
Kita diiringi langkah gontai seluruh keluarga
Serta rasa haru para handai taulan
Gamelan syahdu bersyairkan adzan dan kalimah Dzikir
Akad nikahnya bacaan talkin....
Berwalikan liang lahat..
Saksi-saksinya nisan-nisan.. . yang tlah tiba duluan
Siraman air mawar.. pengantar akhir kerinduan

Dan akhirnya.... tiba masa pengantin..
Menunggu dan ditinggal sendirian,
Tuk mempertanggungjawab kan seluruh langkah kehidupan
Malam pertama yang indah atau meresahkan..
Ditemani rayap-rayap dan cacing tanah
Di kamar bertilamkan tanah..
Dan ketika 7 langkah tlah pergi....
Sang Malaikat lalu bertanya.
Kita tak tahu apakah akan memperoleh Nikmat Kubur...
Ataukah Kita kan memperoleh Siksa Kubur.....
Kita tak tahu...Dan tak seorangpun yang tahu...."

Sabtu, 8 Ogos 2009

...:: Surga Dibawah Telapak Kaki Ibu ::...

Surga dibawah telapak kaki ibu, begitulah sabda Baginda Nabi Muhamad SAW. Apapun yang terjadi, ibu tetaplah seorang ibu yang harus dimuliakan dan dihormati oleh anak-anaknya. Sekalipun ibu berbuat salah terhadap anaknya, sang anak tetaplah harus menghormati ibu. Dengan cara yang santun bila ingin mengingatkan ibu bila melakukan kesalahan.

Pernah pada hari Ahad di Rumah Amalia kedatangan seorang tamu yang ditemani putrinya. Tamu itu seorang ibu pengusaha sukses dibidangnya. Beliau bertutur bahwa memiliki ibu yang masih energik dan pekerja keras namun persoalan bagi beliau adalah ibu tua cantik itu sekarang bersaing dengan dua anak gadisnya dan cucu perempuannya dalam memikat lelaki. Semua teman dan pacar anak gadis dan cucunya yang datang berkunjung selalu digoda dan mereka tidak percaya jika dikatakan bahwa perempuan cantik itu calon mertua.

Ibu cantik itu bahkan berhasil merebut calon mantunya untuk diajak kencan dan jalan-jalan. Babak akhir dari persaingan itu mengakibatkan semua laki-laki yang tahu duduk soal kemudian lari menjauh dari gadis-gadis kekasihnya, karena sungkan atau malu. Ibu pengusaha itu juga menjadi serba salah, malu kepada suaminya, malu kepada calon ipar dan calon mantunya. Ia tidak bisa mengusir ibu kandungnya, tidak mampu pula untuk menanggung malu. Adik dan anaknya juga tidak berani mengusir ibu dan neneknya, meskipun hatinya mendongkol dan sedih. Penghuni rumah itu kemudian menjadi pendiam semuanya, kecuali ibu tua cantik yang tetap kenes.

Ibu itu bertutur bahwa dirinya telah berusaha mengatasi kegalauan perasaanya itu dengan renang di kolam renang sampai kelelahan, tetapi hanya sekejap ia dapat melupakan permasalahan di rumahnya. Ia terkadang nyetir mobil dengan ngebut untuk membuang kegundahannya, ia juga mencoba membaur dengan alam, dengan makan gelar tikar di pinggir jalan, ia ingin alamiah seperti orang lain, tetapi fikiran tetap kusut. Saya merasa benar-benar menjadi orang yang paling malang di dunia ini, katanya.
Dari omong santai dan terkadang serius itu akhirnya saya menyarankan agar ibu itu untuk membantu faqir miskin dan kaum dhuafa disekitar rumahnya. saya katakan bahwa pekerjaan itu merupakan hiburan, menghibur orang dan diri sendiri terhibur, mengobati orang dan diri sendiri terobati, membangun orang lain dan diri sendiri terbangun, yakni seperti minyak wangi yang membuat orang lain harum, tetapi minyak wangi itu sendiri tetap lebih harum.

Kepada ibu itu saya mengatakan seperti lilin yang menerangi orang lain, tetapi ia terbakar, bergaul akrab dengan tukang pandai besi, kalau tidak kena percikan api sekurang-kurangnya belepotan oleh abunya. Akan sangat baik jika menjadi matahari, memanasi orang lain tetapi dirinya lebih panas, atau seperti api, memanaskan besi tapi panas dirinya tetap lebih, atau seperti minyak wangi tadi, mengharumkan orang tetapi dirinya tetap lebih wangi, tetapi jangan pula seperti lampu yang terang benderang dari jauh, sementara yang di bawahnya tetap remang-remang. Jadilah berlian, meski terpendam dalam lumpur ia tetap indah jika dibersihkan digosok, jangan seperti kertas yang segera hancur jika terendam air.

Sejak pertemuan itu ibu pengusaha setiap kali datang ke Rumah Amalia senantiasa bercerita tentang kegiatan yang dilakukan seperti membantu anak-anak jalanan di daerah Jakarta Timur maupun mengadakan pengobatan gratis di lingkungan sekitar tempat tinggalnya. Apa yang dilakukan oleh Ibu pengusaha tentunya perkembangan yang sangat menggembirakan buat saya.

Tuturnya, ‘alhamdulillah Mas Agus, masalah ibu saya bukan lagi sebuah masalah justru saya membantu orang lain untuk menyelesaikan masalahnya dan akhirnya dengan sendirinya masalah ibu saya terselesaikan mengalir begitu saja.

Ibu tetaplah ibu, sampaikanpun karena dibawah telapak kakinya terdapat surga bagi anak-anaknya. Memuliakan ibu sampai akhir hayat itulah tugas dan bakti seorang anak kepada ibunya.

Jumaat, 7 Ogos 2009

...:: Ayah! kami amat merindui mu::...

"Sejuk malam ini sungguh menenangkan.Diradio IKIM sedang terdengar zikir-zikir memuji Allah yang amat menenangkan fikiran.Menitis air mata mendengar betapa asyik dan merdunya suara sipenzikir tersebut. Sungguh besar kuasa Allah sehingga dengan suara dapat mendamaikan hati-hati para hamba Allah didunia ini yang mendengarnya. Walaupun suara itu datang samada dibayar ataupun tidak, ianya tetap mendamaikan. Walaupun sipenzikir itu berambut panjang dilepaskan atau diikat,ianya tetap memberi getaran dalam jiwa ini bila mendengar suara itu.Begitulah apabila jiwa terlekat pada Allah.

Dikejauhan malam ini juga,ada anak-anak yang tidak dapat tidur merindui ayah dari darah dagingnya sendiri.SAyup-sayup suara ayahnya berkemundang diradio berzikir memuji Allah, akan tetapi hati anak-anak ini kosong kerana rindu akan ayahnya dihujung bumi sana.

'Ayah!!!, tolonglah dengar zikir kami yang terlalu amat merinduimu.Setiap hari kami tidak dapat tidur lena terkenang usapan tangan ayah yang menidurkan kami setiap hari'.

'Ayah!!!, dosa ibu pada ayah tidak kami pedulikan,kami hanya perlukan ayah dalam hidup ini.JAnganlah tinggalkan kami dengan wang yang tidak berjiwa ini.Kami perlukan ayah dalam meneruskan kehidupan didunia ini.KAmi takut lalai dan alpa tanpa kasih ayah'.

'Ayah!!! selimut yang meliputi kami ini tidak dapat memanaskan badan kami.Ibu sentiasa ambil berat akan keadaaan kami samada digigit nyamuk ataupun tidak.Tapi ayah, kami rindukan belaian ayah.Biarlah kami tidak diselimuti,cukuplah tangan ayah mengusap badan kami kerana usapan itu memanaskan seluruh tubuh badan kami'.

'Ayah,adik yang kecil itu sentiasa memanggil ayah bila terdengar suara ayah diradio.DIa tidak faham kenapa ayah tidak datang mengambil dia sedangkan suara ayah terlalu dekat dengannya.Setiap malam adik termimpi ayah sehingga menyebutnya dalam tidur.'

'Ayah, kami mohon agar ayah dapat ambil cuti dalam setahun untuk bersama kami.Kami tidak mampu merindui ayah lagi.Jika ayah tidak mahu pulang,belikan kami tiket bus agar kami dapat mencari ayah diibukota sana.Sungguh sampai hati ayah tinggalkan kami tanpa kasihmu.'

'Ayah,mata kami semakin mengantuk,tapi hati kami sedang merayau-rayau mencari ayah diibukota.Kami telefon IKIM bila mendengar suara ayah diradio itu.tetapi pihak sana mengatakan ayah takder. Kami telefon Astro bila melihat rancangan ayah keudara.Tapi hampa bila mereka mengatakan perkara yang sama.'

'Ayah, Allah amat kasih pada hamba yang beriman dan sentiasa melihat hamba itu pada setiap detik. Tapi ayah tidak begitu.Burukkah wajah kami disisi ayah?'

'Ayah, kami tidur dulu yea.Adik kecil kirim salam rindu pada ayah. Dia demam agaknya'.

Sabtu, 18 Julai 2009

...::: BicARa HatI :::...

Persoalan cinta adalah persoalan umum yang tidak pernah terlepas dari mana2 manusia.
bicara yang panjang atau bicara yang ringkas,seringkali gagal untuk menghuraikan makna 'cinta' secara jelas dan tepat.hakikatnya ..ia hanya dapat benar2 difahami dan dirasai oleh individu yang mengalami sahaja.

bagi yang menikmati cinta dalam bentuk dan ertikata yang sebenar,Alhamdulillah.cintanya adalah cintaNya.bukan mudah untuk melestari cinta seperti itu.namun alangkah malangnya bagi mereka yang pernah ataupun sedang mengecapi cinta yang tersasar dari pengertiannya yang sebenar.

cinta dan nafsu berbeza

itu hakikat yang paling penting dan utama untuk difahami.kerana fitrahnya manusia itu dikurniakan dengan nafsu sedemikian rupa.maka bagi mereka yang men'dewa'kan nafsu,sangat mudah untuk mengaitkan cintanya dengan nafsu.apabila nafsunya tertarik dan 'jatuh hati' dengan seseorang,maka dia segera akan mengatakan bahawa dia mencitai wanita tersebut.

tanda2nya

dia suka mengungkapkan kata2 cinta yang berlebihan dan melampau,serta menjurus ke arah mendewakan 'jasadiah' kekasihnya itu.
dia mudah mengungkapkan kata2 memuji2 segenap kecantikan rupa sang kekasih,yang sudahpun menarik minat nafsunya.orang2 seperti ini mudah sekali tertarik dan 'jatuh cinta' kepada wanita2 yang ada rupa.yang cantik.body lawa.bergetah dan lain2.
antara lainnya,dia meletakkan kecintaan dan minat yang tinggi terhadap kelebihan dan keistimewaan yang ada pada wanita tersebut,terutamanya mengenai harta dan kedudukan si wanita-dengan niat bahawa semua itu akan menjadi miliknya suatu masa nanti.tambahan lagi seandainya wanita tersebut anak tunggal dari keluarga berada,pastinya keghairahannya untuk memiliki dan 'mencintai' wanita tersebut semakin memuncak.

selain itu 'pencinta' spesis ini akan lebih cenderung untuk merahsiakan hubungan dan 'kehadirannya' daripada diketahui pihak keluarga si wanita-dengan alasan belum sampai masa.sedangkan setiap hari dan setiap minggu dia mendampingi sang gadis ke sana sini..sehingga melanggar batas2 yang sepatutnya dijaga.dan kes sebegini adalah paling banyak berlaku.
selain tanda2 di atas,banyak lagi tanda2 yang boleh menentukan bahawa cinta yang diberikan sebenarnya palsu dan bersalutkan nafsu semata2.

tanda cinta yang hakiki.

sesiapa pun bilamana mentafsirkan erti cinta dan melorongkan makna tersebut kepada ertikata yang sebenar,pastinya akan menyandarkan cinta tersebut kepada Ilahi.itu syarat utama.
segenap buku2 motivasi kekeluargaan dan mengenai cinta sudah saya baca.dari karya "tentang cinta" oleh Pahrol Md Juoi,"ayat2 cinta" oleh Habiburrahman,sehinggalah "aku terima nikahnya" karya Ustaz Hasrizal Jamil-semuanya membawa kepada pengertian cinta dalam konteks yang sebenar.yang hakiki.iaitu cinta tidak boleh dipisahkan dengan CINTA.

memiliki perasaan terhadap seseorang bukanlah suatu kesalahan.bahkan perasaan itu adalah dianugerahkan oleh Tuan Punya Hati.cinta datang tanpa dipinta.ia datang bukan untuk ditangisi..tetapi datang untuk dihargai.oleh itu,apabila kita menyedari bahawa perasaan sedemikian sudah bertapak dihati kita,maka uruskanlah dengan baik.raikanlah dengan bijak.jangan dipendam sehingga menyeksa jiwa.jangan pula terlebih meluahkan sehingga terlebih mengada2.

yang penting,apabila didatangi perasaan sedemikian,ucapkanlah syukur kepada Yang Esa.salurkanlah secara bijaksana.dn dalam masa yang sama banyakkanlah berdoa dan meminta kepadanya,supaya Fitrah tidak menjadi Fitnah.itu paling penting.

kita sendiri sedar bahawa 'perasaan' sedemikian adalah milikNya jua.kalau tidak,masakan jodoh itu terletak di tanganNya?ramai sekali pasangan yang bernikah-dalam keadaan bukan suka sama suka-namun setelah sekian lama hidup bersama,kehidupan mereka sangat bahagia..bahkan semakin mencintai antara satu sama lain.ada juga yang dari awalnya sudah suka sama suka,kemudiannya menyalurkannya ke jalan yang halal-dan akhirnya hidup semakin bahagia serta saling cinta menyintai.

itulah buktinya cinta di tangan Yang Esa.dicampakkannya pada masa dan ketika yang hanya DIA shj yang mengetahui.ada yang diberikan 'rasa' tersebut lebih awal pada usia yang lebih muda.ada juga yang direzekikan 'rasa' tersebut setelah meningkat dewasa.persoalannya cuma awal dan lambatnya sahaja.

erti cinta pada memberi

antara tanda kita sudah jatuh cinta kepada seseorang adalah kita sanggup untuk berkorban apa sahaja kerananya.sanggup memberikan apa sahaja yang dihajatinya.sanggup melindunginya setiap masa dan ketika.itulah lumrahnya manusia bila benar2 'jatuh cinta' sesama manusia.

seseorang yang dari awalnya menghendaki sesuatu pulangan dari 'cinta'nya sebenarnya belum layak dikatakan jatuh cinta.seperti saya nyatakan ;
seseorang yang mencintai sseorang wanita kerana si wanita tersebut cantik,dan nanti dia akan dapat berbangga2 dengan kecantikan si isterinya di hadapan kawan2-sebenarnya dia tidak berada dalam ertikata cinta yg sebenar.
seseorang yang mencintai seseorang kerana hartanya banyak,ataupun si wanita adalah pewaris tunggal harta peninggalan keluarga-yang pastinya bakal menjadi miliknya-sebenarnya juga berada dalam ertikata cinta yang menyimpang.
seseorang yang sering menghendaki isterinya begitu dan begini-tidak dapat menerima isterinya seadanya-juga tersasar dalam memahami makna cinta.seringkali terjadi,lelaki 'mensyaratkan' pelbagai syarat kepada bakal kekasihnya-padahal dia mengaku mencintai wanita tesebut.

"isteri aku mestilah seorang yang up to date".."bakal isteri aku mestilah pandai memasak,terror menjahit,pandai menguruskan kewangan dan bla..bla..bla..".."you kenalah ubah style jadi macam ni..you kena jadi macam ni..ubah macam ni..macam ni.."
semua dialog di atas adalah berpunca dari pemberian cinta yang tidak ikhlas.jua tidak tepat.orang yang mengaku mencintai sebenarnya hipokrit dengan cintanya sendiri.

tidak salah menghajati sesuatu yang baik pada diri kekasih sendiri,tetapi biarlah berpada2.jangan sampai menampakkan kedengkelan kita dalam 'memberi' cinta.

seseorang yang benar2 jatuh cinta kepada kekasihnya,pasti dapat menerima dia seadanya.kalaupun diletakkan prasyarat dalam memilih pasangan,ia tidak lebih dari sekadar menilai akhlak dan agamanya sahaja.
seseorang yang taat beragama-akhlaknya terjaga-sudah cukup untuk menenangkan jiwa kita.walaupun dilihat sebagai tidak up to date dn sebagainya.mereka yang memiliki akhlak yang tinggi serta agama yang baik-tidak perlu dipertikai tentang peranannya untuk bergelar isteri yang baik kepada seorang suami.isteri yang dididik dengan ilmu yang sebati dalam dirinya,akan menjadi teman yang paling baik kepada seorang suami.
kerana itu Nabi bersabda "Barangsiapa dikurniakan Allah dengan rezeki berupa isteri yg solehah,maka ia telah menyempurnakan separuh dari agamanya.hendaklah ia bertaqwa kepada Allah pada separuh yang lain itu"

alangkah indahnya jatuh cinta sebegini.menerimanya semata2 kerana Allah.mengahwininya bukan semata2 hendak melunaskan nafsu shahwat.menikahinya bukan untuk mendapatkan apa2 kepentingan peribadi.bahkan hanya semata2 mendapat redhanya Allah.

andai cinta kerana hendak melunaskan nafsu seks semata2,maka apabila keinginan tersebut terlunas..kemana akan hilangnya cinta?
andai cinta kerana rupa dan kecantikan..pabila ditimpa bencana dan kecacatan,ataupun luntur kecantikan trsebut..maka kemana terbangnya cinta?
andai cinta kerana hartanya..maka apabila ditimpa papa kedana..ke mana bakal perginya cinta?

"Ya Allah..aku menikahinya semata2 kerana inginkan redhaMu.semata2 takutkan murkaMu.aku mengahwininya untuk mengelakkan diriku dan dirinya jatuh kepada perkara2 yang haram , kerana aku sedar ia adalah mengundang kemurkaanMu.."

...::: bicara rumahtangga :::...

Bermesraan seperti Rasulullah s.a.w

Bermesraan, itulah yang membuat hubungan suami-isteri terasa indah dan nikmat. Jadi bagaimanakah caranya?

Di sini saya sertakan beberapa tips dan cara yang mempunyai asas dan dalil,khas untuk mereka yang 'sudah bersedia' sahaja.

Dalam berkomunikasi, ada dua jenis lambang yang biasa dipergunakan, iaitu lambang verbal dan lambang non verbal. Menurut penelitian Profesor Birdwhistell, nilai efektifitas lambang verbal dibanding non verbal adalah 35:65. Justeru lambang non verbal adalah yang lebih efektif dalam menyampaikan sesuatu.

Bermesraan, adalah upaya suami isteri untuk menunjukkan saling kasih sayang dalam bentuk verbal. Sentuhan tangan dan gerak tubuh lainnya, adalah termasuk lambang non verbal ketika suami berkomunikasi dengan isterinya. Komunikasi verbal semata belumlah efektif jika belum disertai oleh komunikasi non verbal, dalam bentuk kemesraan tersebut.

Rasulullah saw pun merasakan pentingnya bermesraan dengan isteri, sehingga beliau pun mempraktikkannya untuk menghias hari-hari dalam keluarganya, sepertimana yang disebut dalam hadis-hadis berikut:

1. Tidur dalam satu selimut bersama isteri

Dari Atha' bin Yasar:

"Sesungguhnya Rasulullah saw dan 'Aisyah ra biasa mandi bersama dalam satu bejana. Ketika beliau sedang berada dalam satu selimut dengan 'Aisyah, tiba-tiba 'Aisyah bangkit. Beliau kemudian bertanya, 'Mengapa engkau bangkit?' Jawabnya, 'Kerana saya haidh, wahai Rasulullah.' Sabdanya, 'Kalau begitu, pergilah, lalu berkainlah dan dekatlah kembali kepadaku.' Aku pun masuk, lalu berselimut bersama beliau." (HR Sa'id bin Manshur)

2. Memberi wangi-wangian pada auratnya

'Aisyah berkata, "Sesungguhnya Nabi saw apabila meminyaki badannya, beliau memulai dari auratnya dan mengolesinya dengan nurah (sejenis bedak wangi), dan isterinya meminyaki bagian lain seluruh tubuhnya. (HR Ibnu Majah)

3. Mandi bersama isteri

Dari 'Aisyah ra, ia berkata, "Aku biasa mandi bersama dengan Nabi saw dengan satu bejana. Kami biasa bersama-sama memasukkan tangan kami (ke dalam bejana)." (HR 'Abdurrazaq dan Ibnu Abu Syaibah)

4. Disikat isteri

Dari 'Aisyah ra, ia berkata, "Saya biasa menyikat rambut Rasulullah saw, saat itu saya sedang haidh".(HR Ahmad)

5. Meminta isteri meminyaki badannya

Dari 'Aisyah ra, ia berkata, "Saya meminyaki badan Rasulullah saw pada hari raya 'Idul Adh-ha setelah beliau melakukan jumrah 'aqabah." (HR Ibnu 'Asakir)

6. Minum bergantian pada tempat yang sama

Dari 'Aisyah ra, dia berkata, "Saya biasa minum dari cawan yang sama ketika haidh, lalu Nabi mengambil cawan tersebut dan meletakkan mulutnya di tempat saya meletakkan mulut saya, lalu beliau minum, kemudian saya mengambil cawan, lalu saya menghirup isinya, kemudian beliau mengambilnya dari saya, lalu beliau meletakkan mulutnya pada tempat saya meletakkan mulut saya, lalu beliau pun menghirupnya." (HR 'Abdurrazaq dan Sa'id bin Manshur)

7. Membelai isteri

"Adalah Rasulullah saw tidaklah setiap hari melainkan beliau mesti mengelilingi kami semua (istrinya) seorang demi seorang. Beliau menghampiri dan membelai kami dengan tidak mencampuri hingga beliau singgah ke tempat isteri yang beliau giliri waktunya, lalu beliau bermalam di tempatnya." (HR Ahmad)

8. Mencium isteri

Dari 'Aisyah ra, bahawa Nabi saw biasa mencium istrinya setelah wudhu', kemudian beliau solat dan tidak mengulangi wudhu'nya."(HR 'Abdurrazaq)

Dari Hafshah, putri 'Umar ra, "Sesungguhnya Rasulullah saw biasa mencium istrinya sekalipun sedang puasa." (HR Ahmad)

9. Tidur di pangkuan Isteri

Dari 'Aisyah ra, ia berkata, "Nabi saw biasa meletakkan kepalanya di pangkuanku walaupun aku sedang haidh, kemudian beliau membaca al-Qur'an." (HR 'Abdurrazaq)

10. Memanggil isteri dengan kata-kata mesra

Rasulullah saw biasa memanggil Aisyah dengan beberapa nama panggilan yang disukainya, seperti 'Aisy, dan Humaira' (pipi merah delima).

11. Mendinginkan kemarahan isteri dengan mesra

Nabi saw biasa memijit hidung 'Aisyah jika ia marah dan beliau berkata, "Wahai 'Uwaisy, bacalah do'a: 'Wahai Tuhanku, Tuhan Muhammad, ampunilah dosa-dosaku, hilangkanlah kekerasan hatiku, dan lindungilah diriku dari fitnah yang menyesatkan." (HR Ibnu Sunni)

12. Membersihkan tetesan darah haidh isteri

Dari 'Aisyah ra, ia berkata, "Aku pernah tidur bersama Rasulullah saw di atas satu tikar ketika aku sedang haidh. Bila darahku menetes ke tikar itu, beliau mencucinya di bagian yang terkena tetesan darah dan beliau tidak berpindah dari tempat itu, kemudian beliau solat di tempat itu pula, lalu beliau berbaring kembali di sisiku. Bila darahku menetes lagi ke tikar itu, beliau mencuci di bagian yang terkena darah itu saja dan tidak berpindah dari tempat itu, kemudia beliau pun solat di atas tikar itu." (HR Nasa'i)

13. Bermesraan walau isteri haidh

Dari 'Aisyah ra, ia berkata, "Saya biasa mandi bersama Rasulullah saw dengan satu bejana, padahal kami sama-sama dalam keadaan junub. Aku biasa menyisir rambut Rasulullah ketika beliau menjalani i'tikaf di masjid dan saya sedang haidh. Beliau biasa menyuruh saya menggunakan kain ketika saya sedang haidh, lalu beliau bermesraan dengan saya." (HR 'Abdurrazaq dan Ibnu Abi Syaibah)

14. Memberikan hadiah

Dari Ummu Kaltsum binti Abu Salamah, ia berkata, "Ketika Nabi saw menikah dengan Ummu Salamah, beliau bersabda kepadanya, 'Sesungguhnya aku pernah hendak memberi hadiah kepada Raja Najasyi sebuah pakaian berenda dan beberapa botol minyak kasturi, namun aku mengetahui ternyata Raja Najasyi telah meninggal dunia dan aku mengira hadiah itu akan dikembalikan. Jika hadiah itu memang dikembalikan kepadaku, aku akan memberikannya kepadamu."

Ia (Ummu Kultsum) berkata, "Ternyata keadaan Raja Najasyi seperti yang disabdakan Rasulullah saw, dan hadiah tersebut dikembalikan kepada beliau, lalu beliau memberikan kepada masing-masing isterinya satu botol minyak kasturi, sedang sisa minyak kasturi dan pakaian tersebut beliau berikan kepada Ummu Salamah." (HR Ahmad)

15. Segera menemui isteri jika tergoda

Dari Jabir, sesungguhnya Nabi saw pernah melihat wanita, lalu beliau masuk ke tempat Zainab, lalu beliau tumpahkan keinginan beliau kepadanya, lalu keluar dan bersabda, "Wanita, kalau menghadap, ia menghadap dalam rupa syaitan....Bila seseorang di antara kamu melihat seorang wanita yang menarik, hendaklah ia datangi isterinya, karena pada diri istrinya ada hal yang sama dengan yang ada pada wanita itu." (HR Tirmidzi)


Begitu indahnya kemesraan Rasulullah saw kepada para isterinya, memberikan gambaran betapa Islam sangat mementingkan komunikasi non verbal ini, karena bahasa tubuh ini akan lebih efektif menyatakan cinta dan kasih sayang antara suami isteri.

perkara nombor 15 adalah sesuatu yang sangat perlu dititikberatkan oleh masyarakat hari ini. alangkah indah sekiranya ianya benar2 dipraktikkan oleh para suami. mengapa saya katakan demikian?

tidakkah kalian hairan dengan para suami yang senang melanggan pelacur dan melihat penari kelab malam? Lebih mudah untuk kalian fahami, cuba tengok konsert Inul gerudi. Berapa ramai suami yang berderu2 berasak2 untuk melihat punggung perempuan orang?

tapi..Lebih teruk dari itu jika si isteri juga ada bersama suami dan melihat pertunjukan punggung tersebut. Sungguh tak senonoh!
HADITH HARIAN: Terbuka Hijab Sebelum Meninggal


Tajuk :

Terbuka Hijab Sebelum Meninggal

BAB:
Akidah

Hadith :
Nabi s.a.w bersabda: "Sesungguhnya apabila seseorang kamu mati, didedahkan kepadanya - pagi dan petang - tempat tinggalnya kelak; sekiranya si mati itu dari ahli Syurga maka Syurgalah yang didedahkan kepadanya untuk ia merasai nikmatnya, dan jika ia dari ahli Neraka maka Nerakalah yang didedahkan kepadanya untuk ia merasai azab sengsaranya. " Nabi s.a.w bersabda lagi: "Kemudian dikatakan kepada masing-masing: "Inilah tempat tinggalmu yang engkau akan dibawa kepadanya pada hari kiamat." [Ibn Umar r.a]

...::: Senyuman Rasulullah Banyak Bantu Misi Dakwah ::...

BUKAN sukar untuk menghadiahkan senyuman tetapi kita sendiri menyukarkan senyuman itu terpamer di wajah. Hati mana tidak tenang apabila sedang dalam kekusutan, masih lagi boleh tersenyum kepada rakan. Senyuman itu adalah ciptaan indah Allah SWT, malah senyuman juga adalah kuntuman indah yang sentiasa dipersembahkan Rasulullah SAW, manusia sempurna yang patut diteladani segala sifat, sikap dan tingkah lakunya.

Ada beberapa hal menarik pada diri Baginda SAW yang jarang diungkapkan ramai iaitu mengenai senyumnya. Sepintas lalu, hal itu mungkin nampak kecil dan tidak bererti tetapi apabila dikaji, sebenarnya senyuman Rasulullah SAW memberi impak positif yang sungguh luar biasa. Hikmahnya, banyak kejayaan Rasulullah SAW dalam misinya sebagai penyebar risalah tauhid disebabkan oleh senyuman dan keramahan Baginda.

Disebabkan itu, Rasulullah SAW dapat mempengaruhi orang ramai sehinggakan Baginda dicintai dan disegani kawan, juga lawan. Sahabat adalah saksi kehidupan Rasulullah SAW yang penuh dengan senyuman. Antara sahabat besar yang pernah menceritakan betapa indahnya senyuman Rasulullah SAW ialah Saidina Umar. Kata Saidina Umar,

“Rasulullah SAW tersenyum dan Baginda adalah orang yang paling bagus giginya.”

(Hadis diriwayatkan Ibnu Hibban)

Seorang lagi sahabat Rasulullah SAW, Abdullah bin Al-Harist menyatakan,

“Tidak pernah aku melihat seseorang yang lebih banyak tersenyum daripada Rasulullah SAW."

(Hadis riwayat At-Tirmizi)

Cucu kesayangan Baginda SAW, Saidina Husein juga ada menggambarkan bagaimana sikap Rasulullah mana direkodkan oleh Imam At-Tirmizi, beliau berkata,

“Aku bertanya kepada ayahku (Saidina Ali) mengenai adab dan etika Rasulullah SAW terhadap orang yang bergaul dengan Baginda. Ayahku mengatakan: Baginda senantiasa tersenyum, budi pekerti lagi rendah hati, Baginda bukanlah seorang yang kasar, tidak suka berteriak-teriak, bukan tukang cela, tidak suka mencela makanan yang tidak disukainya. Siapa saja mengharapkan pasti tidak akan kecewa dan siapa saja yang memenuhi undangannya pasti akan sentiasa puas.”

Rasulullah SAW walaupun dalam keadaan marah, tetap mempamerkan senyumannya hatta kepada orang yang tidak disukai. Perkara itu pernah direkodkan Imam Bukhari disebutkan bahawa Saiditina Aisyah berkata:

“Ada seorang lelaki yang meminta izin untuk bertemu dengan Rasulullah SAW. Ketika Baginda melihat orang itu dari jauh, maka Baginda bersabda: Dia adalah seburuk-buruk saudara dan anak dalam kerabat. Namun ketika orang (Uyainah) itu sudah duduk, Baginda memberikan senyuman di wajah dan menerima dengan baik hati kedatangan orang itu. Ketika orang itu sudah pergi, Aisyah berkata kepada Rasulullah SAW: Wahai Rasulullah, ketika kau melihat orang itu tadi dari jauh engkau berkata begini dan begitu. Tapi kemudian engkau berwajah ceria setelah berada di hadapannya dan menerima kedatangannya dengan baik hati. Kemudian Rasulullah bersabda: Wahai Aisyah, bilakah engkau melihatku berbuat tidak baik?”

Imam al-Khataby ketika mensyarahkan hadis itu berkata, “Hadis ini dilihat dari sudut adab dan ilmu". Ucapan Rasulullah SAW mengenai diri Uyainah sesuatu gambaran yang tidak disukainya secara jelas disebut Ghibah. Ghibah berlaku di antara sebahagian orang dari umat Islam terhadap sebahagian yang lain. Namun, perlakuan Baginda adalah menjelaskan dan mengungkapkannya dalam bentuk nasihat dan kasih sayang terhadap umatnya.

Kerana Baginda sudah dianugerahi sifat kemurahan hati dan akhlak yang baik, maka Baginda memperlihatkan wajah berseri dan tidak menghadapi kesukaran berhadapan orang tidak disukainya. Baginda bertindak sebegitu supaya umat Islam meniru perbuatan Baginda, supaya dapat dihindari keburukan yang boleh menimpa umatnya dan mereka boleh selamat daripada kejahatan dan tipu daya.

Begitu indah akhlak Rasulullah SAW, walaupun seseorang itu tidak disukai, Baginda tetap mempamerkan senyuman dan menyambut kedatangan Uyainah dengan ceria. Sebagai umatnya yang mengaku bahawa Baginda adalah sebaik-baik manusia dan seorang nabi dan rasul, tidakkah kita malu kerana tidak mengikut perbuatan Baginda yang sentiasa menghadiahkan senyuman kepada orang ramai.

Sesungguhnya beruntunglah mereka yang mengikuti perbuatan Rasulullah kerana harga senyuman tidak ternilai dengan wang ringgit. Ketegasan Baginda juga dapat dilihat dalam hadis diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim mengenai wanita dari kabilah Makhzumiyah yang mencuri. Kaum Quraisy bingung dengan permasalahan itu kerana mereka tahu hukuman pencuri mengikut undang-undang Islam ialah dipotong tangan (mengikut syarat ditetapkan).

Mereka bertanyakan kepada sesiapa yang berani berjumpa Rasulullah SAW memohon melepaskan wanita itu. Usamah disarankan bertemu Rasulullah SAW kerana Rasulullah menyayangi Usamah. Maka Usamah pergi dan berbicara kepada Rasulullah SAW untuk minta pembelaan atas wanita itu. Kemudian Rasulullah SAW bersabda:

“Jadi kamu ingin memohon syafaat (pembelaan) terhadap salah satu dari hukum Allah?"

Setelah mengucapkan ayat itu, Baginda berdiri dan berkhutbah:

“Wahai manusia! Sesungguhnya yang menyebabkan binasanya umat sebelum kalian ialah apabila mereka mendapati ada orang mulia yang mencuri, mereka membiarkannya. Tetapi apabila mereka mendapati orang lemah di antara mereka yang mencuri, mereka akan menjatuhkan hukuman kepadanya. Demi Allah! Jika Fatimah binti Muhammad yang mencuri, nescaya aku akan memotong tangannya”.

Oleh itu, marilah kita menjadikan senyuman dan ketegasan Rasulullah SAW sebagai panduan dan pada masa sama menilai hikmah di sebaliknya. Senyumlah, kerana senyuman tidak pernah mengurangkan rezeki sesiapa, malah dengan senyuman hati berasa tenang dan sentiasa disenangi orang lain. Sementara bertegaslah dalam keadaan perlu supaya agama tidak diperkotak-katikkan .

Ahad, 12 Julai 2009

.:: TEKA-TEKI ::.

Suatu hari, Imam Al-Ghazali berkumpul dengan murid-muridnya lalu beliau bertanya (teka-teki);

Imam Ghazali = "Apakah yang paling dekat dengan kita di dunia ini?"
Murid 1 = "Orang tua"
Murid 2 = "Guru"
Murid 3 = "Teman"
Murid 4 = "Kaum kerabat"
Imam Ghazali = "semua jawapan itu benar, tetapi yang paling dekat dengan kta ialah MATI. Sebab itu janji Allah S.W.T bahawa setiap yang bernyawa pasti akan mati" (Surah Ali-Imran :185)

Imam Ghazali = "Apakah yang paling jauh dari kita di dunia ini?"
Murid 1 = "China"
Murid 2 = "Bulan"
Murid 3 = "Bintang"
Murid 4 = "Matahari"
Imam Ghazali = "semua jawapan itu benar, tetapi yang paling benar adalah MASA LALU. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini, hari esok dan hari2 yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai denga ajaran Agama"

Imam Ghazali = "Apakah yang paling besar didunia ini?"
Murid 1 = "Gunung"
Murid 2 = "Matahari"
Murid 3 = "Bumi"
Imam Ghazali = "semua jawapan itu benar, tetapi yang paling besar sekali adalah HAWA NAFSU (Surah Al-A'raf:179). Maka kita harus hati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu kita membawa ke neraka"

Imam Ghazali = "Apakah yang paling berat didunia?"
Murid 1 = "Baja"
Murid 2 = "Besi"
Murid 3 = "Gajah"
Imam Ghazali = "semua jawapan itu benar, tetapi yang paling berat sekali adalah MEMEGANG AMANAH (Surah al-Azab:72. Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah S.W.T meminta mereka menjadi khalifah (pemimpin) di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya berebut-rebut menyanggupi permintaan Allah S.W.T sehingga banyak manusia masuk ke neraka kerana gagal memegang amanah"

Imam Ghazali = "Apakah yang paling ringan di dunia ini?"
Murid 1 = "Kapas"
Murid 2 = "Angin"
Murid 3 = "Debu"
Murid 4 = "Daun-daun"
Imam Ghazali = "semua jawapan itu benar, tetapi yang paling ringan sekali di dunia ini adalah MENINGGALKAN SOLAT. Gara-gara pekerjaan kita atau urusan dunia, kita tinggalkan solat"

Imam Ghazali = "Apakah yang paling tajam sekali di dunia ini?"
Murid-murid dengan serentak menjawab = "Mata pedang!!!"
Imam Ghazali = "semua jawapan itu benar, tetapi yang paling tajam sekali didunia ini adalah LIDAH MANUSIA. Kerana melalui lidah, manusia denga mudahnya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri"


"Sampaikanlah walau pun satu ayat"

WALLAHUA'LAM...

Rabu, 1 Julai 2009

.:: Wahai Muda-Mudi, Artis Bukanlah Idola dan Ikutanmu ::..

Wahai Muda-Mudi, Artis Bukanlah Idola dan Ikutanmu


Hiburan yang ditonjolkan bukanlah melambangkan kemajuan dan ketamadunan sesuatu zaman. Walaupun lirik dan suasana telah berubah, orang pada zaman dahulu yang jahil pun tahu menyanyi, menari dan berjoget. Sama juga dengan perbuatan artis yang menanggalkan pakaian di khalayak ramai.

Melihat kepada perkembangan dunia hiburan di Malaysia ini, tidak dapat dinafikan bahawa hiburan di negara kita boleh dikatakan berada pada tahap yang amat ‘memberangsangkan’. Manakah tidaknya, muda mudi sekarang di dalam minda mereka hanya artis itu dan ini, gaya pakaian artis, apa artis buat, perangai artis dan sebagainya. Perbualan harian pun berkisar tentang hiburan dan artis. Jauh sekali memikirkan atau membincangkan mengenai Al-Quran, hadis, akhlak, ulama’, kepimpinan, perjuangan dan islah.

Manakala media pula seakan-akan berlumba-lumba untuk mencari lebih banyak liputan, siaran langsung berkenaan dengan hiburan artis yang bagi mereka boleh menaikkan populariti dan keuntungan semata-mata tanpa mengambil kira perkara yang lebih penting untuk di masukkan dalam slot mereka. Akibatnya, dunia hiburan berada bukan ditempatnya. Atau dengan erti kata lain dunia hiburan berada di tempat paling utama di hati muda-mudi kita. Sehinggakan lauk pauk mereka hanyalah hiburan, artis, dan sebagainya. Mereka bagaikan tiada arah tujuan hidup, mahu berhibur semata-mata.

Tanyalah kepada mereka yang terlalu taksub dengan hiburan, semestinya mereka akan katakan ‘ala muda-muda ni enjoy la dulu, nanti tua taubat la‘, ataupun dengan kata-kata yang lebih enak mereka katakan ‘ ala hiburan je..hidup perlukan hiburan‘. Maka kita katakan ya, hidup memerlukan hiburan bagi kebanyakan orang, tetapi biarlah berpada-pada. Islam adalah sebuah agama yang syumul, dan bukanlah ia satu agama yang jumud sehingga melarang hiburan. Dalam hadis Nabi S.A.W,

“Dari Aisyah r.a, bahawa ketika dia menghantar pengantin perempuan ke tempat laki-laki Ansar, maka Nabi bertanya: Hai Aisyah! Apakah mereka ini disertai dengan suatu hiburan? Sebab orang-orang Ansar gemar sekali terhadap hiburan.” (Riwayat Bukhari)

Dan banyak lagi hadis-hadis shahih yang boleh diambil dalam menentukan bentuk hiburan yang dibolehkan. Lihatlah betapa Islam membolehkan hiburan, tetapi mestilah berdasarkan syariat dan batasan yang ditetapkan.

Begitu juga contoh-contoh hiburan yang tidak boleh dan dijatuhkan haram atau makruh oleh ulama’ seperti Dr Yusof Qardhawi didalam kitabnya, Halal dan Haram dalam Islam:

“Di antara yang sudah disepakati, bahwa nyanyian yang disertai dengan perbuatan-perbuatan haram lainnya seperti: di persidangan arak, dicampur dengan perbuatan cabul dan maksiat, maka di sinilah yang oleh Rasulullah s.a.w. pelakunya, dan pendengarnya diancam dengan siksaan yang sangat, yaitu sebagaimana sabda beliau:

“Sungguh akan ada beberapa orang dari ummatku yang minum arak, mereka namakan dengan nama lain, kepala mereka itu bisa dilalaikan dengan bunyi-bunyian dan nyanyian-nyanyian, maka Allah akan tenggelamkan mereka itu kedalam bumi dan akan menjadikan mereka itu seperti kera dan babi.” (Riwayat Ibnu Majah)

Bukan merupakan kelaziman kalau mereka itu dirombak bentuk dan potongannya, tetapi apa yang dimaksud dirombak jiwanya dan rohnya. Bentuknya bentuk manusia tetapi jiwanya, jiwa kera dan rohnya roh babi”. (Halal dan Haram dalam Islam: Dr Yusof Qardhawi, Alih bahasa: H. Mu’ammal Hamidy, PT. Bina Ilmu, 1993)

Hiburan yang ditonjolkan bukanlah melambangkan kemajuan dan ketamadunan sesuatu zaman. Walaupun lirik dan suasana telah berubah, orang pada zaman dahulu yang jahil pun tahu menyanyi dan menari. Sama juga dengan perbuatan artis yang menanggalkan pakaian di khalayak ramai. Jika dibandingkan dengan orang jahiliyah zaman dahulu dengan hiburan yang ada sekarang langsung tiada perbezaan. Hiburan yang sebegitu hanya melambangkan kebodohan dan kejahilan terhadap kaum tersebut. Langsung tidak melambangkan ciri-ciri khalifah di bumi yang sepatutnya matang serta berakhlak.

Jika ditanya kepada mereka, apakah akhirnya yang anda dapat jika anda terlalu mengikuti hiburan dan gaya hidup artis? Tentu mereka diam. Mereka sebenarnya tahu ia tiada hala tuju, tidak mendapat apa-apa manfaat pun akhirnya, tetapi hati mereka dilalaikan oleh hiburan atas alasan memenuhi jiwa mereka.

Ada juga mereka yang tidak peduli langsung tentang hiburan, bagi mereka hiburan bukanlah dari hidup mereka. Mereka tiada masa dengan hiburan, bagi mereka hiburan ini merugikan masa serta tidak menguntungkan. Ini bermakna hiburan bukanlah kemestian yang ada pada seseorang. Jika dilihat kehidupan para sahabat, tabien dan generasi awal Islam, langsung hiburan tidak menerjah di hati mereka. Mereka ada lebih banyak agenda dan perjuangan untuk Islam kerana mereka lebih mengetahui dan merasai balasan Allah S.W.T kepada mereka di kehidupan dunia dan akhirat. Bagi para sahabat Nabi, dunia ini hanyalah di hujung jari mereka, tetapi akhirat di hati mereka. Pada waktu itulah tamadun Islam dapat berkembang dengan pesat. Kerana mereka tahu tujuan dan perjuangan sebenar yang perlu mereka lalui.

Oleh itu, marilah kita melakukan islah, hidup kita bukan untuk hiburan. Golongan muda-mudi sekarang yang akan menjadi pemimpin di masa depan, anda mempunyai banyak tanggungjawab, perjuangan kepada umat Islam, kepada agama dan rakyat. Janganlah terikut-ikut dengan rentak hiburan yang ada di negara kita mahupun diluar negara. Anda tiada masa dengan hal-hal yang melalaikan serta tidak memberi faedah ini. Media juga perlu peka terhadapat isu-isu umat dan kemunduran sesebuah negara disebabkan hiburan semata-mata. Janganlah menonjolkan seolah-olah negara kita agenda yang paling utama adalah industri hiburan. Hiburan itu boleh, tetapi biarlah berpada dan bukan satu keutamaan kerana banyak lagi masalah dan perjuangan serta agenda umat yang perlu dilaksanakan.

Hiburan yang ditonjolkan bukanlah melambangkan kemajuan dan ketamadunan sesuatu zaman. Walaupun lirik dan suasana telah berubah, orang pada zaman dahulu yang jahil pun tahu menyanyi, menari dan berjoget. Sama juga dengan perbuatan artis yang

Sabtu, 27 Jun 2009

..:: 10 Laluan menuju ke akhira t::..

10 laluan yg dilalui oleh manusia sehingga akhirat

Hisablah diri kita sama ada kita dapat melepasi 10 imigresen untuk
bertemu Allah...

10 Laluan Yang Bakal Dilalui Oleh
Manusia Dari Dunia Sampai Akhirat:

Bagaimana memudahkannya?


LALUAN MENUJU KE KUBUR
a. Jauhkan dari perbuatan mengumpat & mengeji
b. Hindarkan perasaan irihati (benci)
c. Jangan terpengaruh dengan harta dunia
d. Sucikan kadha' hajat dgn istibra (berdehem selepas buang air
kecil!)

LALUAN UNTUK BERJUMPA IZRAIL
a. Bersihkan diri dengan bertaubat
b. Gembirakan hati orang Mu'min
c. Bayar semula kadha' (solat & puasa) yang tertinggal
d. Kasih sepenuh hati kepada ALLAH Taala

LALUAN UNTUK BERTEMU MUNGKAR NANGKIR
a. Mengucap dua kalimah syahadat
b. Suka memberi sedekah
c. Berkata benar
d. Bersihkan dan perbaiki hati

LALUAN UNTUK MEMBERATKAN TIMBANGAN
a. Belajar atau mengajar ilmu yang bermanafaat
b. Sucikan perkataan dan pakaian
c. Bersyukur dengan yang sedikit
d. Suka dan redha dengan yang didatangkan oleh ALLAH

LALUAN MEMANTAPKAN AMALAN
a. Jauhkan perkataan yang sia-sia
b. Pendekkan cita-cita dunia
c. Banyakkan puji-pujian kepada ALLAH
d. Banyakkan sedekah dan khairat

LALUAN MELALUI TITIAN SIRAT AL-MUSTAKIM
a. Kasihilah aulia ALLAH Ta'ala
b. Berbaktilah kepada kedua ibubapa
c. Berpegang teguh dengan hukum syara'
d. Bercakap perkataan yang baik sesama makhluk

LALUAN MENJAUHKAN DIRI DARI NERAKA
a. Banyakkan membaca al-Quran
b. Banyakkan menangis kerana dosa-dosa yang lalu
c. Tinggalkan perkara yang maksiat
d. Jauhkan segala yang haram

LALUAN UNTUK MEMASUKI SYURGA
a. Membuat kebajikan seberapa banyak yang boleh
b. Kasihi orang yang soleh
c. Kerjakan segala suruh-suruhan ALLAH
d. Merendahkan diri di antara semua makhluk ALLAH

LALUAN BERJUMPA DENGAN NABI MUHAMMAD
a. Kasihilah Nabi ALLAH
b. Kasihilah Rasulluah
c. Tuntutilah yang difardhukan oleh ALLAH
d. Banyakkan selawat Nabi S.a.w.

LALUAN UNTUK BERTEMU ALLAH
a. Serahkan seluruh jiwa raga kepada ALLAH
b. Hindarkan diri dari menderhaka kepada ALLAH
c. Betulkan dan baikkan i'tiqad kepada ALLAH
d. Bencikan segala yang diharamkan-Nya.

..:: 8 sifat pakaian wanita ::..

1. Pakaian itu mestilah menutup aurat

Rasulullah saw bersabda :

Telah berkata Aisyah .a ¿ Sesungguhnya, Asma¿binti Abu Bakar menemui Nabi saw dengan memakai busana yang nipis ¿ Maka nabi berpaling daripadanya dan bersabda ¿Wahai Asma¿ , sesungguhnya apabila wanita itu telah baligh (sudah haid) tidak boleh dilihat daripadanya kecuali ini dan ini , sambil mengisyaratkan kepada muka dan ta
pak tangannya..

2. Pakaian itu tidak terlalu nipis sehingga tampak bayangan tubuh badan dari luar

Dua orang ahli neraka yang belum pernah saya lihat adalah : kaum yang memegang pecut bagai ekor lembu digunakan untuk memukul orang (tanpa alasan), orang perempuan yang berpakaian tetapi telanjang bagaikan merayu-rayu melenggok-lenggok membesarkan cemaranya bagaikan punuk unta yang mereng. Mereka tidak akan masuk syurga dan tidak akan dapat mencium bau syurga, sedangkan bau syurga dapat dicium dari jarak yang sangat jauh¿(Riwayat Muslim)

3. Pakaian itu tidak ketat atau sempit , tetapi longgar atau selesa dipakai.Ia menutup bahagian-bahagian bentuk tubuh yang menggiurkan nafsu lelaki dan ia menutup aspek kehaiwanan dari insan itu.

Dalam sebuah riwayat dari Abdullah bin Abi Salamah bahawa Umar Bin Khattab .a menghadiahkan kepada seseorang dengan pakaian nipis buatan Mesir Lama, kemidian berkata , ¿Jangan dipakaikan kepada isteri-isteri kamu!¿ Lalu seseorang berkata ¿ Ya Amirul Mukminin aku telah memakainya untuk isteriku, kemudian memutarkan badannya tetapi tidak kelihatan auratnya .¿ selanjutnya Umar berkata, ¿Memanglah auratnya tidak nampak, tetapi bentuk tubuhnya nampak¿

4. Warna pakaian itu suram atau gelap, seperti warna hitam atau kelabu asap atau perang sehingga tiada bernafsu lelaki melihatnya( terutamanyya pakaian seperti jilbab atau abaya) . Menurut Ibnu Kathir di dalam tafsirnya pakaian wanita-wanita pada zaman Nabi saw ketika mereka keluar rumah berwarna hitam)

5. Pakaian itu tidak sekali-kali disemerbakkan dengan bau-bauan yang harum, demikian juga tubuh badan wanita itu, kerana bau-bauan ini ada pengaruhnya atas nafsu kelamin lelaki yang ajnabi.Perempuan yang memakai bau-bauan ketika keluar rumah sehingga lelaki mencium baunya disifatkan oleh Rasulullah saw sebagai zaniyah, yakni pelacur atau penzina.

¿Wanita apabila memakai wangi-wangian , kemudian berjalan melintasi kaum lelaki maka dia itu begini dan begini iaitu pelacur..
(Riwayat Abu Dawud dan Tirmizi)

6. Pakaian itu tidak bertashabbuh dengan pakaian lelaki yakni tiada meniru ¿niru atau menyerupai pakaian lelaki
Telah berkata Ibnu Abbas : ¿Rasulullah saw telah melaknat lelaki yang menyerupai wanita dan wanita-wanita yang menyerupai lelaki..
(Riwayat Bukhari)

7. Pakaian itu tiada bertashabbuh dengan pakaian permpuan-perempuan kafir dan musyrik

8. Pakaian itu bukanlah libasu sh-shuhrah, yakni pakaian untuk bermegah-megah , untuk menunjuk-nunjuk atau bergaya.
Setelah lebih 9 bulan dikandung dlm rahim ibu, dan selama tempoh itu juga lah aku dibawa ke hulu dan ke hilir, ke mana ibu pergi pasti aku dibawanya tanpa rasa penat dan lelah.. Maka tanggal hari Isnin, 29 mei 1988 M bersamaan 13 Syawal 1408 H, lahirlah seorang bayi yang berteriak menangis sambil disambut oleh ayahku dalam keadaan syukur di samping ibuku tersenyum gembira walaupun baru selesai 'bertarung dengan maut' demi melahirkanku.. Kini aku kian dewasa, sudah 21 tahun lebih aku diberi peluang melihat dan mengenali 'tipu daya' dunia ini, sepanjang tempoh itu aku dijaga, dibesarkan, diasuh dengan penuh kasih sayang serta dididik dengan tarbiah islamiah oleh kedua ibu bapaku sebagaimana dianjurkan oleh Rasulullah s.a.w, sehinggalah aku menjadi diriku seperti hari ini.. Terima kasih tak terhingga buat kedua ibu bapaku yang bersabar atas kenakalan anakmu ini.. "Ya ALLAH, ampunkanlah dosaku dan dosa kedua ibu bapaku sebagaimana mereka mengasihaniku sejak aku kecil.."

Jumaat, 27 Februari 2009

..:: LayaKkah Aku Terima Nikahnya? ::..

“Ibu teringin bangat untuk melihat abang (pangilan dalam keluarga), pulang dengan segulung ijazah.Ibu tidak pernah terkilan, walaupun abang telah menolak tajaan dan tawaran yang lebih baik dari sekarang, tapi ibu percaya itulah pilihan paling tepat pernah abang lakukan. ”

“Tiada kebahagian paling manis bagi ibu dan abah, selain melihat abang dan adik-adik yang lain berjaya.Ibu dan abah sanggup habiskan duit, bergadai harta demi sebuah kasih sayang, dan percayalah kami tidak pernah pun minta dipulangkan semula pengorbanan tadi seperti apa yang kami usahakan kecuali, balaslah dengan kejayaan kalian.Ibu percaya hanya kejayaan sahaja menjamin kebahagian hakiki walaupun keluarga kita tidaklah kaya, tapi kita bersyukur dapat kecapi kehidupan seperti apa yang dilihat sekarang.”Ibu cuba meyakin penulis dengan kata-kata semangat, dan diulang berkali-kali setiap kali melihat penulis sibuk mengemas pakaian dan peralatan yang ingin di bawa.

“Ibu dan abah jangan risau, walaupun abang tidak berada dekat di sisi, tetapi abang akan luangkan masa untuk menghantar suara-suara sebagai pengubat rindu.Abang juga ingin mendengar kata-kata sayang, dan perangsang daripada ibu dan abah untuk abang gagahkan langkah bila tinggal berjauhan nanti.Dah la, Janganlah ibu risau…”Penulis mengukir senyuman tatkala aura mata bertentangan.Penulis tetap kagum, ibu sentiasa tenang.

Seingat penulis, kata-kata tersebut masih segar di kamar ingatan dan diputar berulang-ulang sehinggalah sehari sebelum penulis berangkat ke Mesir.Penulis kuatkan semangat dan bulatkan tekad untuk berjuang hingga ke titisan keringat terakhir.Ibu dan abah, tidak pula penulis lihat pada raut wajah mereka rasa kecewa, dan sedih untuk melepaskan penulis, maklumlah mungkin penulis sedikit hampir dengan mereka, dan sentiasa berdiri dibelakang mereka, memberi pendapat dan pandangan peribadi sebelum mereka memutuskan sesuatu hal yang cukup mustahak.Mungkin juga penulis, sedikit matang dalam melihat sesuatu perkara untuk satu tempoh masa yang agak lama, biarpun kesusahan pasti menanti dipermulaan langkah, tapi tindakan penulis tidak pernah meleset.

“Boleh ibu berpesan satu perkara lagi?”Ibu kuatkan sukma untuk mengungkap kata-kata, mungkin kata-kata terakhir sebelum penulis mengangkat kaki, kurang dua jam lagi meninggalkan tanah air.

“Jika terpaksa abang diikat dengan mana-mana perempuan di sana sebelum abang siap ijazah pertama, ibu redha dan terima seadanya seperti keluarga sendiri.Tapi janganlah perkahwinan tersebut memudarkan semangat abang untuk berjaya”

“Ibu percaya dia, adalah insan paling bertuah yang berada di sisi anak ibu yang sulung ini.Ingatlah jangan gadaikan sesuatu yang belum pasti menjadi aset untuk hari kemudiannya, tapi jadikanlah ianya sebagai azimat untuk melakar kejayaan.”Tambah ibu lagi, sambil mencium pipi penulis.

Mutiara-mutiara kata daripada bonda tercinta, penulis kutip dan tetap sahaja penulis pegang dengan erat sehingga sekarang dan buat selama-lamanya.Dua perkara yang cukup penting bagi penulis dan mungkin anda, ilmu dan jodoh.Ilmu yang bermanfaat untuk menjadi pelindung dari dijilat bahan panas, dan perkahwinan sebagai jambatan untuk mengekalkan kemandirian institusi keluarga islam bahagia yang pernah dicetuskan Nabi saw dan pasangan baginda.

Bila Ilmu Bersemayam Bersama Jodoh

Jauh di sudut hati penulis dan anda semua, tertanya-tanya bagaimana ilmu itu bisa dimanfaatkan untuk membentuk delegasi besar bersama perkara-perkara lain yang dianggap penting seumpama perkahwinan?Dua hal penting ini, cuba untuk penulis berkongsi bersama para pembaca budiman.Berlaku adil pada fitrah (jodoh) dan berlaku adil pada tuntutan semasa (ilmu).Kita perlu sedar dan bijak membuat perbandingan, kadang-kadang kita lihat ramai sahaja dikalangan golongan berpendidikan salah tanggap dalam membuat penilaian hidup yang sebenar, terutama dalam mengenal identiti serta peranan dua hal ini.

“Ustaz tak kan tak tahu, perkahwinan ini kan untuk kekang nafsu”

“Saya dah tak tahan lagi ustaz, kalau hati dah suka, tiada siapa boleh halang”

“Ana rasa tak kahwin pun tak apa, asalkan kita bahagia.Lagipun tak payah susah-susah fikir lampin dan susu anak-anak”

Betul, memang mahu kekang hawa nafsu, mahu elak dari terjebak kancah penzinaan dan sebagainya, tapi bagi penulis ianya salah satu cara bukan satu-satunya cara yang ada.Jadikanlah Ilmu sebagai ‘meransang’ dan jodoh sebagai ‘perangsang’.Macam mana tu?

Pernah kita berfikir sejenak, masa di alam persekolahan dulu.Minggu terakhir persekolahan hujung tahun sebelum cuti panjang, cikgu-cikgu mesti sibuk menyediakan pelbagai bentuk hadiah sebagai penghargaan dari pihak sekolah kepada sesiapa yang berjaya dalam peperiksaan akhir tahun.Penulis juga tidak terlepas merasai saat indah seperti ini.Ye la, bukan calang-calang orang yang boleh berada di atas pentas atau di hadapan perhimpunan, bukan kerana kena denda sebab buat bising dan sebagainya, tetapi untuk sebuah kenangan yang pasti bagi mereka yang mempunyai akal, sebagai ‘merangsang’ untuk diri penulis dan rakan-rakan terus melakar kejayaan.Ini cerita penulis semasa dibangku sekolah rendah dahulu untuk membawa ‘fikir’ dan peringatan kepada kita semua, untuk apa kejayaan ini.

Tapi, sebenarnya untuk ilmu itu sendiri tidak perlu merangsang, tetapi ilmu yang merangsang untuk bergerak dan seterusnya berjaya.’Merangsang’ dan ‘perangsang’, dua kata nama yang berbeza pada istilah penggunaannya walaupun berasal dari kalimah yang sama, iaitu ‘rangsang’.‘Merangsang’ adalah wadah untuk menggerakkan sesuatu jentera, gerak kerja dan sebagainya, akan tetapi ‘perangsang’ adalah momentum penyebab pada berlakunya sesuatu gerakan.Kalau kita katakan ilmu sebagai ‘perangsang’, maka ramai sahaja kita melihat mereka yang mempunyai ilmu yang berjaya, sebab sesiapa sahaja yang menimba ilmu, ikhlas ataupun tidak, akan mengecapi kejayaan.Maka tidaklah pula akan kita melihat mereka yang gagal dalam setiap lapangan peperiksaan.Tetapi kenapa sebaliknya berlaku?Jadi cara berfikir kita perlu diubah, di samping kita betul-betul ikhlas, kita akan sedar setiap jerih perih kita selama mana menimba ilmu, sebenarnya balasan yang setimpal akan kita rasai dipenghujungnya, iaitu sebuah kejayaan.

Perkahwinan (jodoh) sebagai ‘perangsang’, bagaimana pula tu ustaz?

Penulis tidak mengatakan, hanya perkahwinan sahaja satu-satunya jalan atau cara bisa menjadi ‘perangsang’ untuk bergerak dan berjaya.Cuma sengaja penulis bawakan contoh ini, untuk cetus ‘fikir’ dikalangan rakan-rakan yang beriya-iya sangat untuk kahwin semasa bergelar student tetapi pudar semangat belajar selepas itu, atau mereka yang memandang serong berkahwin semasa masih belajar.Bukan untuk menggalakkan, bahkan penulis setuju sangat kalau dapat sabar sehingga perolehi sijil pengajian dahulu daripada mengumpul dua sijil dalam satu-satu masa.Orang kata kalau dah sampai ‘seru’ dan tidak dapat kekang hawa nafsu lagi, baik jalan terus daripada termanggu-manggu kena penyakit angau, lagi susah.

Waktu inilah banyaklah khidmat pesanan ringkas (sms), chatting dan panggilan liar mencari mangsa.Tidak kurang juga yang berkira-kira mencari dan mentaqdim bakal pasangan hidup.’Ratio’nya sama sahaja antara dua jantina.Mungkin bagi yang sudah berpunya mula mengimpikan sebuah rumahtangga bahagia.Alangkah indahnya bila study ditemani suami di sisi.Seronoknya bila tekanan belajar diredakan oleh isteri tercinta.Angan-angan dan khayalan sebegini sering hadir menggangu kelompok mahasiswa, baik di dalam mahupun diluar negara.Semuanya hadir, ketika serabut menatap buku kuliah yang bertimbun-timbun.

Inilah antara clinical picture kepada dua penyakit yang penulis utarakan di atas.

“Bagaimana nak uruskan ni?Seorang kat Malaysia, dan seorang lagi kat luar negara”

“macam mana pula ustaz kata dapat jadi perangsang tu?Ana bimbang akan menjadi bahana pula”

Bukan niat penulis untuk membantutkan idealisme anda, para pembaca sekalian.Cuma sekadar nasihat atas pengalaman kebiasaannya yang berlaku, mereka ini akan mengalami syndrome mahu mencintai dan dicintai.Juga virus rasa nak kahwin awal.

Aetiology-nya setakat pemerhatian penulis ialah tekanan belajar.Predisposing factor-nya pula ialah suasana hidup di Mesir, bahkan juga di mana-mana sahaja bilamana adanya insan bernama manusia, khusunya dikalangan kelompok mahasiswa.Kebanyakkan penyakit ini akan beransur sembuh apabila peperikasaan tamat, bahkan ada yang mengatakan tidak terfikir langsung bila bersama keluarga di Malaysia, macam-macam karenah la, dan sebagainya.

Apa salahnya jika ada yang sudah berkira-kira untuk ijab dan qabul, agar melihat kondisi anda ketika itu mengikut persepsi yang sihat, buang jauh-jauh rasa tidak yakin anda kerana risikonya tetap ada walaupun seseorang itu yakin dapat mengimpikan sebuah pelayaran yang menarik dan kelainan dari sebelumnya.Percayalah jodoh anda sudah sampai, dan sememangnya anda sudah layak memikul amanah yang dipertanggunjawab bersama pasangan masing-masing.Jika ingin selamat, hindarilah awal-awal virus yang mungkin merencatkan serta membantutkan perancangan anda, mungkin terapinya ada, tapi belum tentu mujarab secara totalnya.Maka konsep paling mudah ialah mencegah lebih baik dari mengubati, merancang sebelum terancang.

Cuba kita berfikir, dengan mengjangkau masa kehadapan.Setiap daripada kita, golongan berpendidikan harus berwaspada bahawa bumi yang kita pijak bukanlah syurga selama-lamanya aman dan damai.Sedar atau tidak, dunia merupakan hamparan gelanggan hidup yang penuh dengan pergolakan dan percubaan.Justeru itu, persedian dengan suatu bimbingan dan juga ditanam dengan sikap yang tegas perlu dirunion dari masa ke semasa.Jadi ke arah mana perlu kita lorongkan hidup ini, jika mereka tidak punya perancangan yang tetap dalam menilai aspek hidup ini, maka kelak kebinasaan menjadi tetamu.


Allah Taala berfirman;“ Orang yang kafir di dalam usaha mereka (mencapai kesenangan dunia) adalah seperti fatamorgana di padang pasir.Dari jauh disangka air, setelah mereka sampai di tempat itu kiranya tidak ada satu apa pun juga.Mereka itu dihisab di sisi Allah dan Allah cepat sekali menghisab.” an Nur (24:39)

Masa yang kita tempuh sering membuatkan manusia itu belajar dari kehidupan.Dengan bimbingan agama Islam, seseorang itu dapat memandang hidup ini dengan pandangan yang optimis.Dengan pedoman Islam, seseorang itu akan mendapat kedamaian dan ketenteraman dalam hidup ini.Waktu yang begitu berharga janganlah digunakan ke jalan yang menyimpang daripada lunas-lunas Islam.Akibatnya seseorang itu akan hidup dalam kerugian yang berpanjangan dan penyesalan yang tiada berkesudahan.Menyesali nasib memang tidak ada gunanya jika sudah terlanjur jauh.Berfikirlah sebelum bertindak!!!

Layakkah Aku Terima Nikahnya?

“Ustaz ana minta maaf, ana masih binggun bagaimana kita boleh menilai wajah keibuan ada pada seseorang perempuan?”

“Kadang-kadang ana perhatikan, tidak semua yang punya wajah ibu, mempunyai sifat keibuan juga”

“Habis tu kesianlah, bagi perempuan yang tidak punya wajah ibu”

“Ana rasa banyak perkara yang ustaz sembunyikan dari artikel yang lepas, sebab ada yang tergantung”

Bila penulis cuba mengamati, sapaan dan teguran teman-teman tentang artikel yang diterbitkan sebelum ini, seoalah-olah menjadi spekulasi dan timbul tanda tanya.Rupa-rupanya ramai yang mengambil berat dalam soal jodoh, dan peka dengan istilah ‘wajah ibu’ yang penulis ketengahkan, tapi mungkin ada yang tidak perasan pada mesej utama yang cuba diselitkan.Tidak kurang juga, penulis terima mesej maklum balas jauh nun dari Eropah;

“Jika semua lelaki mencari wanita yang mempunyai wajah keibuan.Bagaimana pulalah nasib wanita yang tidak ada wajah sedemikian?”

Tidak semua, para pembaca yang memahami suatu mesej yang jelas diakhir artikel lalu.Penulis cuba ingatkan kembali apa yang telah diterbitkan, kerana hajat untuk mencetus ‘fikir’ bagi para pembaca yang belum lagi penulis mencapainya;

“Kali ini penulis ingin ‘mengajak fikir’ wanita-wanita yang berkerjaya agar mempersiapkan diri dengan ilmu keibuan yang tidak diajar di universiti.Mungkin anda tiada punya wajah keibuan, tapi ilmu untuk menjadi seorang ibu yang baik bisa dipelajari dan ditekuni, bahkan anda mungkin menjadi ibu yang terbaik daripada mereka yang hanya ada ibu pada wajahnya.

Banyak lagi yang ingin saya coretkan, namun bimbang insan yang bernama wanita makin terguris.Buat jejaka, wajah anda bagaimana?Ada wajah kebapaan?Cuba renungkan sejenak!”

Inilah sebenarnya mesej penulis ingin sampaikan kepada para pembaca budiman, terutama para wanita dan bakal calon suami.Bukan mencari dan mengidamkan wajah keibuan yang mungkin tiada pada anda.Tidak perlu bersusah payah mencari akar-akar kayu tradisional atau membuat pembedahan plastik untuk punya wajah ibu, tapi anda perlu menekuni supaya menjadi ibu yang hebat lagi cemerlang.Namun keinginan, kemahuan, dan kerajinan untuk menjadi ibu yang hebat belum cukup tanpa ada usaha ke arah itu, dan inilah perkara penting yang perlu dilihat oleh setiap wanita di luar sana.Sebenarnya anda mampu melakukannya.

Teringat juga penulis pada pesanan ibu dahulu;

“Rupa tidak boleh diubah, Allah Taala dah beri macam tu, tapi akhlak itu yang boleh diubah”

Memang benar wajah ibu ini hanya wujud pada sesetengah individu sahaja, yang boleh dianggap suatu keistimewaan dalam masyarakat kita.Kelebihan yang tidak mudah pada personaliti seseorang, sepertimana wujud golongan yang terpelajar yang mana tidak juga semua dikurniakan bijak pandai, kreatif dalam pekerjaan, pandai dalam bergaul, celik komputer, dan sebagainya.Wajah keibuan juga mungkin gifted.Tetapi ilmu dan kemahiran untuk menjadi ibu yang hebat, sesiapa sahaja wanita boleh menekuninya tanpa ada batasan dan sempadan.

Mesej penulis kepada para jejaka, carilah bakal ibu yang hebat untuk bakal anak-anak anda, di samping tidak lupa untuk mempersiapkan diri dengan sikap dan nilai-nilai seorang suami dan bapa yang cemerlang.Seorang ibu dan bapa yang cemerlang bukan semata-mata mampu menyediakan kemewahan material kepada anak-anak, tetapi hebatnya mereka ialah pada kemampuan mendidik, mentarbiah anak-anak dari segi fizikal dan spiritual lebih-lebih lagi kasih sayang yang mencukupi.Kasih sayang yang membina bukan meruntuh.


Hajat kita untuk melihat pembinaan masyarakat yang cemerlang hasil daripada tangan yang menghayun buaian juga tangan yang mengalas senjata.Kerosakkan remaja hari ini berpunca daripada kegagalan ibu bapa dalam mendidik jiwa generasi sesuai dengan tuntutan agama dan zaman, tanpa kita nafikan sebab dan punca lain yang pelbagai.Justeru itu juga, lengkapkan diri anda dengan segenap aspek yang perlu, sebagai muslim yang cemerlang, bakal ibu dan bapa yang hebat kerana Imam el Ghazali telah berpesan kepada kita bahawa;

“Pendidikan terhadap anak-anak bermula 20 tahun sebelum kelahiran anak”

Jelaslah, andai kita mengidamkan sebuah keluarga yang dibarisi para mujahid dan mujahidah yang hebat, maka persedian anda hendaklah hebat juga sepersis kutipan mutiara kata dari ulama’ sufi yang paling berpengaruh itu.

Jika anda, khususnya para ibu dan bakal calon suami keliru.Penulis sarankan agar abaikan sahaja wajah keibuan dan wajah kebapaan, tapi siapkan diri anda dengan nilaian keibuan dan kebapaan yang tulen dan sejati.Untuk kita dan generasi yang mendatang.

“Ustaz ana pernah ditaqdim oleh muslimin, tapi ana sering tidak yakin untuk menerima lamaran tersebut.Bukan apa ana tidak pernah mendapat petunjuk dari solat Istikharah yang dikerjakan.Apa yang harus ana buat?”

Cetusan Rasa Hati Terpimpin

“Betul ke ustaz terdapat hadith, yang menyatakan bilamana seseorang itu dilamar oleh seorang pria yang baik lagi soleh, maka seharusnya kita menerima lamarannya?Ana masih keliru, harap ustaz dapat bantu ana”

Penulis juga ingin ulangi untuk kesekian kali, mungkin ada yang sudah mengamati artikel penulis sebelum ini, namun sebagai peringatan yang membina penulis cuba mencoretkannya kembali.Jangan risau, dan khuatir jodoh anda telah pun ditentukan, cuma dengan siapa, cepat atau lambat, baik atau hodoh hanya Allah Taala sahaja yang tahu.Maka kita sebagai hamba yang percaya pada Qadha’ dan Qadar-Nya menerima sahaja ketentuan-Nya dengan seadanya tanpa perlu mengeluh, tapi ingat kena sertakan usaha dan ikhtiar anda, baru bertawakkal sepenuhnya.

Jodoh bukannya datang bergolek malah kita perlu berusaha mencari dan berikhtiar.Sekiranya kita sudah menemui pilihan hati namun yang terbaik perlu kita membuat istikharah bagi memastikan pilihan itu adalah pilihan yang tepat dan membawa keberkatan hingga ke akhir hayat.

Istikharah ialah memohon daripada Allah Taala sesuatu perkara yang baik dengan mendirikan solat sunat Istikharah.Solat Istikharah merupakan suatu perkara sunat, wajar dilakukan bagi lelaki yang ingin menentukan jodoh dan juga bagi perempuan yang menerima lamaran oleh mana-mana lelaki.Anda para lelaki, anda perlu buat pilihan tepat.

Telah bersabda Nabi saw;

“Rahsiakan niatmu hendak meminang.Ambillah air wudhu’ dengan cara yang sebaik-baiknya, kemudian solatlah sebagaimana yang diajarkan Allah Taala kepadamu.Pohonlah puji syukur kepada-Nya dan agungkanlah Dia, lalu ucapkankanlah:“Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui sedang aku tidak dan Engkau Maha Mengetahui hal-hal yang ghaib.Jika Engkau memandang pada diri si fulanah –(sebutkan nama sebenarnya)– terdapat kebajikan bagiku, bagi agamaku, bagi dunia dan akhiratku, takdirkanlah dia bagiku.Jika ada wanita lain yang Engkau pandang lebih baik bagiku takdirkanlah dia bagiku”

Pesanan Kepada Para Wanita dan Lelaki

Daripada institusi perkahwinan akan terbentuklah masyarakat, bangsa dan Negara.Melalui institusi ini generasi muda dibentuk dan dididik untuk mendukung aspirasi-aspirasi yang dikehendaki oleh Islam.Membina sebuah masyarakat yang suci dan bersih dari dinodai dari sebarang anasir kejahatan yang boleh merosakkan masyarakat merupakan hasrat Islam.Justeru itu, Islam mencegah sesuatu kejahatan atau kemungkaran dari bawah lagi, dengan menutup pintu-pintu maksiat.Maka Islam meletakkan prinsip-prinsip yang utuh untuk melindungi kesucian masyarakat ini, dengan memerintahkan supaya menahan pandangan, menetapkan bats aurat, system hijab, batas pergaulan serta adab dan sebagainya.Bahkan di sana disediakan hukuman bagi sesiapa yang melanggari prinsip tersebut.

Di antara wanita dan masyarakat mempunyai pertalian yang kukuh untuk mengerakkan wadah pembangunan dan kesejahteraan manusia sejagat khususnya golongan muda mudi.Ketandusan akhlak dan tatasusila wanita adalah asas kepada merebaknya maksiat dan keruntuhan akhlak masyarakat.

Nabi bersabda;“Tiada fitnah yang paling memudharatkan (berbahaya) ke atas kaum lelaki daripada wanita yang ditinggalkan selepas aku”

Baginda saw memberi isyarat keras akan ancaman yang datang daripada kaum hawa, yang bisa mengundang kemusnahan dan bahaya.Lihat sahaja suasana yang dicetusan di barat seperti pergaulan bebas, rumah-rumah pelacuran, petunjukan fesyen pakaian yang merasangkan nafsu, filem-filem lucah dan sebagainya.Hingga masyarakat barat menganggap hubungan seks suka sama suka adalah perkara biasa seperti menghilangkan lapar dan dahaga.Amalan-amalan buruk yang sudah menjadi pakaian mereka itu, tidak lagi dipandang bimbang atau suatu keaiban, bahkan perasan malu di antara mereka telah pudar ditelan material dan mentaliti kolot.

Malahan amalan buas itu telah membawa kepada keadaan yang lebih buruk.Bilamana lahir anak-anak yang tidak diketahui nasab keturunan.Bagi kaum-kaum wanita yang tidak mahu melihat kandungannya hidup hasil perkongsian secara haram, janin pula digugurkan.Bahkan ada yang tergamak membuang bayi yang baru dilahirkan, peragai mereka ini tidak ubah seperti kaum jahiliah sebelum Nabi menerima watikah sebagai Rasul, yang senang melihat anak perempuan baru dilahirkan, ditanam hidup-hidup.Pelbagai lagi penyakit yang dahsyat telah menular, kes bunuh menjadi perkara wajib sebagai bahan bacaan umum di dada-dada akhbar, anak-anak terbiar, perpecahan rumahtangga, dan sebagainya.Ianya adalah sebahagian dari bertimbung-timbung masalah gejala sosial tidak sihat, disebabkan kerakusan tangan-tangan yang busuk.

Pengaruh nafsu buas dan keruntuhan moral barat ini merebak bagaikan virus di kalangan masyarakat umat Islam.Ini adalah kerana undang-undang Islam sepenuhnya tidak dilaksanakan, sebaliknya undang-undang jahiliah dijadikan asas pembinaan masyarakat dan Negara.Paling menyedihkan pemerintah dan orang Islam itu sendiri memandang sepi, malah menentang pelaksanaan undang-undang Islam.

Prinsip-prinsip Islam dalam pembangunan masyarakat harus dipratikkan.Wanita yang menjadi tunggak pembentukkan keharmonian dan kesucian institusi keluarga, yang mana harus dididik dan dijaga agar ianya tidak menjadi ‘api dalam sekam’ yang akan membinasakan kesucian masyarakat.Wanita perlu diasuh dan ditarbiah dengan akhlak serta saksiah mulia, di samping menanam iman yang subur sedari kecil, dengan harapan mereka (golongan hawa) membesar dalam suasana Islam dan menjadi benteng penyelamat masyarakat dari kerosakan.

Nabi bersabda;“Mana-mana lelaki yang di sisinya mempunyai seorang anak perempuan, lalu beliau mengajarnya dan memperelokkan pengajarannya dalam mendidiknya (sehingga menjadikan dia beradab serta menjaga nilai-nilai agama) dan menyediakan pendidikan baik, maka anak perempuan kelak menjadi tabir melindungi beliau dari dijilat api neraka”

Maka jelaslah wanita dan masyarakat ibarat kilauan mutiara pada mahkota raja, baik atau buruknya akhlak wanita akan menggambarkan kesucian pembangunan modal insan di kalangan masyarakat madani.

“Muslimah adalah wanita yang lahir dari sebaik-baik umat, yang memelihara keIslamannya dengan menjaga nilai-nilai ajarannya, mengekalkan sakhsiah muslim dan adat-adat yang bertepatan dengan lunas-lunas Islam”